KARIMUN (HK) - Memasuki hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP sederajat di Kabupaten Karimun, Selasa n(23/4), didapati kesalahan lembar berita acara pada salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Moro.
Kesalahan yang dimaksud adalah, SMPN 2 Moro Desa, Dusun Niur, Kecamatan Moro mendapatkan berita acara pelaksanaan UN mata pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa SMA, padahal pelaksanaan UN saat ini adalah SMP sederajat.
Pihak panitia pun mengaku kesulitan untuk merubah atau foto copy berita acara pelaksanaan UN SMP mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan Senin, kemudian untuk dijadikan berita acara UN SMP Bahasa Inggris. Dengan alasan didaerah tersebut tidak ada satu pun yang menyediakan mesin foto copy.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan SMP (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun, Riauwati kepada Haluan Kepri mengatakan, untuk menyiasati hal tersebut, terpaksa tulisan yang tertera diatas kertas berita acara yang mengatakan untuk SMA dicoret, kemudian diganti dengan tulisan tangan menjadi berita acara untuk SMP.
"Tadi dilaporkan kalau lembar berita acara UN di SMPN 2 Moro adalah untuk SMA. Kemudian hal ini sudah kami koordinasikan bahwa tinggal dicoret saja dan diganti jadi untuk SMP dan itu tidak jadi masalah," ujar Riauwati, Selasa (23/4).
Disinggung tentang pelaksanaan UN SMP sederajat di Kabupaten Karimun pada hari kedua kemarin, Riauwati mengaku semuanya berjalan lancar. Tidak ada ditemukan kekurangan naskah UN seperti hari pertama Senin kemarin (22/4).
Demikian pula dengan seluruh siswa, meski cuaca sedang hujan lebat sejak pagi kemarin, tidak ada yang tidak mengikutinya dalam pelaksanaan UN dihari kedua. Hanya saja satu siswa dari SMPN 1 Kundru, Indah masih belum bisa mengikuti UN sampai hari ini, dengan sakit yang diderita yakni lumpuh layu.
"Alhamdulillah hari ini UN berjalan lancar dan tidak ada siswa yang tidak ikut. Hanya saja sama seperti UN pertama kemarin, ada satu siswi dari SMPN 1 Kundur bernama Indah yang masih dirawat, jadi belum bisa mengikutinya. Sakitnya sudah lama dan sering kambuh. Pada Sabtu kemarin (20/4) katanya siswa yang bersangkutan merasakan kembali sakit yang dialaminya, sehingga harus dirawat. Informasi terakhir yang saya dapat, katanya dia harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Batam," ujarnya.
Oleh karena itu menurut Riauwati, siswi tersebut masih diberikan kesempatan untuk dapat mengikuti UN susulan pada Senin mendatang. Sehingga tidak ada satu pun siswi yang tidak ikut ujian tersebut. (gan)Share
Newer news items:
- Mulai 2014 Kades Kelola PBB
- Seleksi Anggota KPUD Karimun
- Perairan Karimun Rawan Perompakan
- Dirut Perusda Karimun Gagal Dibawa ke Padang
Older news items:
- 40 Paket Naskah UN SMP di Karimun Kurang
- Dibalik Kesuksesan Indah Meraih Gelar S2 di AS
- Seluruh Petugas Upacara Kaum Perempuan
- SMAN 1 Kundur Peringati Hari Bumi




