KARIMUN (HK)- Tiga fraksi DPRD Karimun mendesak pemerintah segera menunjuk auditor independen untuk mengaudit keuangan Perusda Karimun pasca penangkapan Usmantono, Direktur Perusda Karimun oleh tim Polresta Padang, Senin (22/4)lalu.
Ktiga fraksi itu adalah Fraksi PAN, Hanura dan Golkar. Mereka curiga ada aliran dana penipuan itu ke pihak lain terkait janji proyek pembangunan instalasi air bersih di waduk Sentani Karimun. Apalagi Usmantono dalam menggaet investor tersebut diduga membawa nama Perusda.
"Sudah saatnya auditor independen mengaudit keuangan yang ada di Perusda. Mengingat, pemerintah daerah juga pernah memberikan penyertaan modal awal kepada perusahaan milik daerah Karimun itu sebesar Rp1 miliar pada 2011 lalu," kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Karimun, Jhon Abrison, kemarin.
Meski sudah diberikan penyertaan dana awal sebesar Rp1 miliar namun hingga saat ini Perusda Karimun belum memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah. Padahal, keberadaan Perusda diharuskan memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Karimun, kata Jhon.
Belum lagi Perusda memberikan kontribusi kepada Pemkab Karimun, kini Direktur Utamanya sudah tersangkut kasus hukum dengan tuduhan penggelapan uang sebesar Rp1,2 miliar. "Harus dipertanyakan kemana dana sebesar itu dialirkan, apakah untuk kepentingan pribadi atau Perusda," ungkapnya.
Usmantono sebelumnya ditangkap di kediamannya di Kampung Sidorejo RT 03 RW 03 Kelurahan Lubuk Semut, Kecamatan Karimun terkait kasus penipuan uang Rp1,2 miliar terhadap Bujang, pengusaha asal Padang. Usmantono yang sudah ditetapkan tersangka itu kini sudah dibawa ke Padang untuk dimintai keterangan.
Sementara itu Ketua Fraksi Partai Golkar Raja Kamaruddin. Ia mengatakan perlu adanya audit secara menyeluruh keuangan Perusda untuk mengetahui ke mana saja dan untuk apa modal sebesar Rp1 miliar yang telah dikucurkan pemerintah daerah ke Perusda. Ditambah lagi dengan munculnya kasus titipan uang sebesar Rp1,2 miliar kepada Usmantono.
Menurutnya, kasus penggelapan yang dituduhkan kepada Usmantono selaku Dirut Perusda sangat memalukan Karimun. Apalagi, saat permintaan penitipan uang sebesar Rp1,2 miliar dari pengusaha asal Padang itu dirinya berjanji akan memberikan proyek pengadaan air bersih di Karimun.
Raja Kamaruddin berharap dengan adanya audit itu tentu bisa menyelamatkan Perusda yang saat ini sudah dalam keadaan kritis.
Di tempat terpisah, Sekretaris Fraksi Hanura, Ady Hermawan menilai dalam kasus dugaan penipuan itu, Badan Pengawas Perusda juga harus bertanggungjawab. Pasalnya, Usmantono membawa nama Perusda untuk menggaet investor terkait proyek pengadaan air bersih itu.
"Badan Pengawas Perusda terlalu lemah dalam melaksanakan tugasnya sehingga tidak mengetahui kondisi keuangan Perusda yang sebenarnya. Ini sama saja kecolongan dengan mencuatnya kasus tersebut. Dirinya juga meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penyimpangan di tubuh Perusda Karimun.
Seperti diberitakan seeblumnya, aksi penipuan yang dilakukan Usmantono berawal ketika ada pertemuan Usmantono dengan Bujang di sebuah hotel di Padang beberapa tahun lalu. Sejak pertemuan pertama dan beberapa pertemuan lainnya akhirnya terjadi kesepakatan, bahwa Bujang akan bersedia membangun instalasi air bersih di waduk Sentani Karimun. Untuk pengikat janji proyek itu, Bujang menyerahkan dana sebesar Rp1,2 miliar. Namun dalam perjalanan pembangunan itu batal dilaksanakan.
"Saya dengar pembangunan instalasi air bersih di Karimun yang dikerjakan orang asing asal Singapura itu batal juga ya. Untung saja saya tidak dilibatkan dalam proyek itu. Kalau memang itu jadi diberikan pada saya dan ternyata sekarang batal, maka hilang sudah uang saya," ungkap Bujang.
Bujang mengaku meski telah ditipu, namun ia tidak menaruh dendam sedikitpun dengan Usmantono. Bahkan, dirinya masih memberikan waktu satu minggu kepada Usmantono untuk mengembalikan uangnya Rp1,2 miliar yang telah diambilnya itu.
Jika memang benar uang itu akan dibayar Usmantono begitu sampai di Padang, Bujang mengaku akan mencabut laporan ke polisi. Alasan Bujang tak lebih hanya karena faktor kasihan semata.
"Saya hanya kasihan sama istri dan anaknya saja," beber Bujang.
Bujang berharap kepada Usmantono untuk tidak melakukan hal yang sama lagi kepada orang lain. Dirinya tak mau ada orang lain yang juga menjadi korban. "Cukuplah saya saja. Kasihan, kalau terjadi lagi pada orang lain mungkin orang itu tak memaafkan," tandasnya. (ham)Share
Newer news items:
- Pelanggan Air Bersih Karimun Mengeluh
- Kasus Pokja Inklusif UK Jalan Ditempat
- PAD Karimun Masih Bergantung dari Tambang
- Coastal Area Jadi Tempat Mesum dan Balap Liar
Older news items:
- Dirut Perusda Karimun Gagal Dibawa ke Padang
- Perairan Karimun Rawan Perompakan
- Seleksi Anggota KPUD Karimun
- Mulai 2014 Kades Kelola PBB




