Selasa06042013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Coastal Area Jadi Tempat Mesum dan Balap Liar

Coastal Area Jadi Tempat Mesum dan Balap Liar

KARIMUN (HK) - Coastal Area yang dibangung menggunakan anggaran ratusan miliar rupiah itu kini dijadikan sebagai tempat mesum dan balap liar.
Tidak sedikit dijumpai kaum muda berpacaran di sepanjang jalur pinggir laut Coastal Area. Bahkan mereka tidak segan apa lagi malu untuk saling berpelukan dan berciuman, padahal banyak kendaraan lalu lalang dan hal itu tidak dihiraukan.

Belum lagi jika waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam atau sekitar pukul 22.30 WIB setiap malamnya. Segerombolan anak muda memanfaatkan Coastal Area sebagai lokasi balap liar. Bahkan setiap akhir pekan mulai pukul 20.00 WIB dengan jelas dan sangat mudah ditemukan aksi kebut-kebutan yang mengganggu pengguna jalan.

Ketua DPD Laskar Melayu Bersatu (LMB) Datok Panglima Muda Azman Zainal mengaku kalau aksi tersebut sudah melanggar norma, apa lagi Karimun dikenal dengan orang Melayu yang beradab dan berbudaya. Sehingga sangatlah tidak pantas hal tersebut dilakukan.

"Azam Karimun jadi tercoreng akibat ulah tersebut. Kesiapan dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karimun perlu dipertanyakan, apa sih kerjaan mereka, padahal aksi kebut-kebutan dan lokasi berbuat mesum dipinggir laut Coastal Area itu tak jauh dari kantor mereka," ungkap Azman Zainal dengan kesal, Jum'at (26/4).

Azman Zainal juga mengaku kerap menemukan dua kejadian tersebut setiap jalan-jalan bersama keluarga di Caoastal Area. Sehingga dinilainya hal ini semakin memperburuk citra bumi berazam dimata masyarakat. Apa lagi yang melakukan berbuatan mesum tersebut ada yang mengenakan kerudung, sehingga hal itu dinilai sangat mencoreng nama agama.

Azman Zainal menilai tim operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dibentuk oleh Pemkab Karimun tutup mata. Tidak hanya itu, Polisi Lalulintas (Polantas) Polres Karimun pun dinilai tidak ada inisiatif untuk mengamankan lokasi Coastal Area. Karena wilayah tersebut sudah mengganggu para pengguna jalan.

"Jangan cuma simpang Jalan Nusantara saja yang dijaga. Coastal Area adalah lokasi keramaian dan perlu dijaga, sehingga tertib berkendara akan dapat dirasakan manfaatnya," imbuhnya.

Disamping itu penguasa wilayah dalam hal ini Lurah Teluk Air dan Camat Karimun harus membuat suatu tindakan. Jika menemukan dua kejadian yang memalukan itu tangkap dan panggil orang tua yang bersangkutan, sehingga ada efek jera.

Persoalan ini kata Azman Zainal, sudah sering dibahas dan dikritisi namun tidak ada upaya dari pihak terkait untuk mengambil tindakan.(gan)

Share