Arifin juga mengatakan, dari tujuh Kabupaten dan Kota yang sudah ia datangi, baru Karimun yang memiliki fasilitas terbaik untuk digelarnya pagelaran berbagai kesenian. Meskipun Kota Batam juga memiliki namun mereka tidak berani membangun fasilitas dipinggir laut.
"Sehingga saya sedang merancang kegiatan besar setelah melihat arena ini. Bisa saja parade tari tingkat Provinsi Kepri tahun depan akan digelar di Karimun, karerna punya fasilitas yang bagus dengan keberadaannya yang sangat baik," ujar Arifin dalam sambutannya pada acara Parade Tari yang digelar Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Karimun, Sabtu malam (27/4) di Panggung Rakyat Putri Kemunging Coastal Area.
Dia juga berharap, agar peserta yang ikut dalam kegiatan yang digelar Disparbud Kabupaten Karimun itu ada yang mewakili Provinsi Kepri dalam Parade Tari Indonesia di tingkat nasional, yang rencananya bakal digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dengan .
Pada agenda parade tingkat nasionaol dua tahun kemarin, dua tahun berturut-turut Priovinsi Kepri berada para urutan kedua tingkat Nasional, dengan demeikian Kepri sangat diprhitungkan. Pada tahun 2011 untuk tingkat Nasional adalah Kota Batam yang mewakili Kepri dan mendapatkan empat penghargaan terbaik. Kemudian pada tahun 2012 Provinsi Kepri kembali mendapatkan kedua terbaik setelah Yogyakarta. "Mari kerja keras agar Kepri dapat yang pertma, semoga kali ini diwakili dari Kabupaten Karimun," ucapnya.
Disingging tentang kunjungan kerjanya ke Karimun, Arifin berencana akan melakukan perbaikan gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) serta menambah kelngkapannya. "Selain itu besok (Minggu) saya akan Kecamatan Buru, disana akan dibangun satu pentas seni terbuka. Sehingga mampu menyalurkan bakat-bakat seni masyarakat disana," ucapnya.
Sementara itu, Asisten II Kabupaten Karimun, Arnadi Supaat dalam membuka kegiatan tersebut secara resmi mengatakan, kegiatan tesebut harus terus dikembangkan dan perlu disediakan sanggar oleh Disparbud. Sehingga memang perlu diadakan lomba-lomba seperti ini. Yang bertujuan untuk melestarikan budaya Melayu.
"Mudah2an kita bisa mewakili Kepri untuk kegiatan tingkat nasional pada Juni nanti. Oleh karena itu perlu bimbingan selama dua minggu untuk mnuju even di Provinsi Kepri pada Mei mendatang," imbuhnya.
Kepala Disparbud Kabupaten Karimun, Suryaminsyah selaku ketua pelaksana mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun. Dan kali ini digelar di Pulau Karimun sedangkan tahun lalu di Pulau Kundur tepatnya di Balai Pemuda Kecamatan Kundur.
Dalam parade tersebut, didapati 12 peserta dari berbagai Kecamatan se Kabuparen Karimun ikut ambil bagian. Mereka akan memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan dan piala. Untuk juara satu mendapatkan uang tunak Rp6 juta dan piala, juara dua Rp5 juta dan piala, juara tiga Rp4 juta dan piala. Sedangkan juara harapan satu mendapatkan uang tunai Rp2.750.000, juara harapan dua Rp2.500.000, dan juara harapan tiga Rp2000.000.
"Bagi peserta yang terpilih sebagai juara pertama akan mewakili Kabupaten Karimun untuk ikut lomba di Provinsi Kepri pada 18 Mei mendatang. Segala keperluan ditanggung dari Kabupaten," ucap pria yang akrab disapa Wakmin ini.
Adapun para juri merupakan orang pilihan diantaranya adalah dari Dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Tri Sapto yang akan menilai penyajian secara kesluruhan, kemudian Budayawan dari Provinsi Kepri, Raja Murad yang akan menilai khusus dari konsep dan tradisi serta juri terakhir adalah ahli penata musik dari Kabupaten Karimun, Lony Jaya Putra.(gan)Share
Newer news items:
- Usmantono Minta Bantuan Nurdin Basirun
- Budi Jabat Danramil Kundur
- Buronan PSDKP Batam Ditangkap di Karimun
- Limbah B3 PT KSS Tidak Bermasalah
Older news items:
- Coastal Area Jadi Tempat Mesum dan Balap Liar
- PAD Karimun Masih Bergantung dari Tambang
- Kasus Pokja Inklusif UK Jalan Ditempat
- Pelanggan Air Bersih Karimun Mengeluh




