Kamis05092013

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Angka Buta Huruf di Karimun Masih Tinggi

Angka Buta Huruf di Karimun Masih Tinggi

Peringatan Hardiknas ke-105

KARIMUN (HK) - Memasuki Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-105, Kamis (2/5) dunia pendidikan di Kabupaten Karimun masih memprihatinkan menyusul angka buta huruf di Bumi Berazam masih tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun, MS Sudarmadi mengatakan, jumlah masyarakat yang terdata saat ini lebih dari 100 orang yang buta huruf dan tersebar di beberapa wilayah se Kabupaten Karimun.

Dalam menanggulangi persoalan buta huruf tersebut lanjut Sudarmadi, Disdik sedang melakukan berbagai langkah atau gerakan ke beberapa daerah yang terpencil, dengan menyebar tim dari Disdik seperti di Sememal, Kecamatan Meral Barat dan di Prayun, Kecamatan Kundur Utara dengan membuat posko secara khusus.

"Seperti yang telah diamanatkan oleh Menteri Pendidikan dalam peringatan Hadriknas hari ini (kemarin), kita sudah melaksanakannya duluan. Artinya tidak ada masyarakat yang tidak bersekolah walaupun dia mengenyam pendidikan non formal," ujar Sudarmadi usai menghadiri upacara Hardiknas ke-105 di halaman Kantor Bupati, Kamis (2/5).

Rata-rata kata Sudarmadi, yang buta huruf adalah orang yang sudah cukup tua atau lanjut usia. Dengan adanya beberapa upaya yang dilakukan diharapkan jumlah tersebut akan semakin berkurang dan akan terus dikejar. Sedangkan untuk anak muda menurut dia saat ini sudah tidak ada yang buta huruf. Sehingga tidak ada masalah.

Sudarmadi juga mengatakan, dalam menanggulangi masyarakat buta huruf, telah ada beberapa pihak atau segelintir masyarakat yang turut peduli akan persoalan ini.
Sehingga didapati beberapa masyarakat telah membuat pusat kegiatan belajar mengajar. Dan yang ditampung memang masyarakat yang ada di pedalaman. Sedangkan tenaganya adalah memanfaatkan masyarakat setempat.

Disinggung tentang banyaknya jumlah anak putus sekolah, Sudarmadi mengaku tidak mengetahui jumlah pastinya. Karena data tersebut ada pada Dinas Sosial.

Kendati demikian Sudarmadi berharap sampai tahun 2014 mendatang tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah. Karena akan dilakukan berbagai cara sehingga putra putri Kabupaten Karimun akan terus dapat mengenyam pendidikan. Cara yang dimaksud adalah memberikan bantuan transportasi diwilayah hinterland seperti Kecamatan Moro, dan beberapa daerah yang ada di Kundur dan terutama Kecamatan yang baru saja dimekarkan.

Sementara itu, Bupati Karimun Nurdin Basirun dalam amanatnya selaku inspektur upacara pada peringatan Hardiknas mengatakan, akses pendidikan di Kabupaten Karimun harus diperhatikan terutama untuk daerah perbatasan.

"Pendidikan di Kabupaten Karimun harus dapat terus dimajukan. Untuk itu para guru perlu membaca teknologi dengan cepat," ujar Nurdin.

Tidak hanya itu, pendidikan agama pun tidak boleh ditinggalkan, karena dalam menghadapi teknologi canggih hal tersebut sangat dibutuhkan. Dalam upacara tersebut pun turut serta diadakan penyerahan penghargaan kepada pensiunan pegawa di lingkungan Disdik Kabupaten Karimun, serta penggerak pendidikan untuk masyarakat.(gan)

Share