Tiga Luka Ringan
KUNDUR (HK) - Bentrok antara dua kelompok buruh bongkar muat barang terjadi di pelabuhan rakyat yang biasa disebut pelabuhan Aseng, Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur, Senin (22/4).
Penyebabnya adalah selisih paham antara kelompok tenaga kerja buruh muat (TKBM) Pelabuhan Tanjungbatu yang merasa tidak dianggap oleh buruh di Pelabuhan Aseng.
Akibat adu jotos antara dua kelompok buruh tersebut, tiga orang buruh Pelabuhan Aseng mengalami luka ringan namun tidak sampai dirawat.
Menurut salah satu anggota buruh dari TKBM yang enggan disebut namanya mengaku, para buruh Pelabuhan Aseng belum mendapatkan izin untuk melakukan bongkar muat. Namun saat ditanya kenapa dibongkar pihak dari pelabuhan Aseng merasa mereka berhak membongkar.
"Pihak buruh Pelabuhan Aseng ini sudah bongkar duluan padahal belum dapat izin dari Syahbandar, aturannya kan jelas untuk melakukan bongkar muat harus ada izin dan itu sudah lama aturannya berlaku," ujarnya buruh TKBM itu dengan nada kesal.
Menurutnya, memang biasanya setiap kapal dari Pekanbaru-Riau yang akan melakukan bongkar muat harus sandar di Pelabuhan Besar Bongkar Muat Tanjungbatu, namun kapal tersebut tidak sandar di pelabuhan itu melainkan di Pelabuhan Aseng.
"Semua kapal barang dari Pekanbaru dan daerah lainnya harus sandar dipelabuhan tanjungbatu dulu. Ini sudah menjadi kesepakatan pihak buruh, agen dan syabandar," ungkapnya.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pihak Syahbandar pun membawa perwakilan kedua belah pihak ke Polsek Kundur dan disana ditemukan kesepakatan dengan jalan damai, yang disaksikan Kapolsek Kundur, Kompol Reonal TS Simanjuntak. (gan)Share
Dua Kelompok Buruh di Kundur Bentrok
- Rabu, 23 April 2014 00:00










