Korban dan Suami Sering Cekcok
KARIMUN (HK)- Polisi Resor (Polres) Karimun kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), terkait tewasnya Panda Basila (28), di rumahnya, Perumahan Telaga Mas, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Selasa (22/4). Ibu tiga anak itu tewas dengan tubuh terbakar hingga 60 persen, Senin (21/4) pagi lalu.
Kapolres Karimun AKBP Dwi Suryo Cahyono, melihat langsung olah TKP tersebut. Namun, ia belum berani berkomentar tentang penyebab terbakarnya korban hingga akhirnya meninggal. Beberapa alat bukti termasuk kasur yang tampak bekas hangus terbakar, telah dibawa ke Mapolres Karimun.
Menurut Dwi, Senin (21/4), sudah dilakukan otopsi jasad korban dengan mendatangkan dokter forensik dari Polda Kepri. Olah TKP juga menyertakan Tim Labfor Polri dari Medan-Sumatera Utara.
"Untuk saksi-saksi sudah diperiksa, di antaranya suami korban, Kevin Tarigan, pelapor dan dua orang tetangga korban yang pertama kali menemukan korban. Olah TKP yang kita lakukan sekarang ini adalah untuk memastikan, karena selama ini orang masih menduga. Kita juga kan menduga apakah bunuh diri atau dibunuh. Artinya membakar diri atau dibakar," kata Dwi.
Ditanya apakah dugaan penyebab kematian karena terbakar? Dwi mengaku belum bisa memberikan jawaban karena masih menunggu hasil otopsi dari dokter ahli forensik sekitar seminggu kemudian.
"Antara korban dengan suaminya, katanya memang sering cekcok dalam seminggu ini. Mereka pun bukan nikah secara resmi, tapi nikah siri," tambah Dwi.
Informasi dihimpun dari salah seorang teman seprofesi korban yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di Pujasera Padimas mengisahkan bahwa, antara korban dengan suaminya memang kerap bertengkar.
"Kalau pulang kerja kami selalu sama-sama dan sampai rumah sekitar pukul 03.00 WIB. Dia (korban) dengan suaminya sudah tinggal serumah seminggu belakangan. Waktu beberapa hari kemarin sempat berkata kalau telah menyuruh suaminya itu pergi dan jangan tinggal dengannya satu rumah, karena korban ingin fokus kerja dan menjaga anaknya," kata temannya yang enggan disebutkan namanya itu, kemarin.
Sementara di lokasi rumah korban, warga banyak berkerumun ingin menyaksikan apa sebenarnya yang terjadi dengan korban sampai terbakar dan meninggal dunia sedangkan kediaman korban tidak terbakar dan masih utuh.
Orang tua korban, M Basir pun ikut menyaksikan olah TKP tersebut, namun tidak banyak bericara apa-apa.
"Selesai dilakukan otopsi sampai kemarin sore sekitar menjelang Shalat Maghrib di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karimun, jasad korban langsung kami bawa pulang dan tadi malam (kemarin) dilakukan pemakaman sekitar pukul 20.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Bukit Kecamatan Meral," ucap Dedi yang masih famili korban saat ikut menyaksikan olah TKP tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, tubuh wanita yang bekerja sebagai SPG minuman jenis bir itu mengalami luka bakar lebih dari 60 persen. Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya wanita tersebut.
Suami korban, Kevin Tarigan adalah orang pertama yang meminta tolong sambil berteriak bahwa istrinya terbakar. Edi Wijaya, tetangga sebelah rumah Kevin menuturkan bahwa dirinya masih sempat melihat tubuh Panda masih bergerak sebelum dibawa ke RSUD Karimun. (gan)
Share









