Selasa04292014

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Sebagian Anggaran Disdik Karimun Dialihkan

Sebagian Anggaran Disdik Karimun Dialihkan

Ke UPTD Pendidikan

KARIMUN (HK) - Anggaran dan kegiatan yang melekat pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karimun harus mulai dipecah dan dioper ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan. Dengan demikian instansi tersebut akan lebih fokus mengurusi masalah pendidikan secara keseluruhan dan tidak lagi memikirkan soal penggunaan anggaran. Demikian dikatakan Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq.
Kegiatan di Disdik kata Rafiq, tentunya ada pula melibatkan UPTD, sekolah dan sebagainya dengan jenis agenda cukup banyak dan beragam, seperti kesenian atau O2SN dan macam-macam. Dengan demikian jika semua anggaran untuk kegiatan seperti itu didrop ke Disdik pastinya cukup besar.

"Makanya tahun depan (2015) mulai kita alihkan sebagian anggarannya ke UPTD Pendidikan, karena instansi ini sudah masuk ke dalam tatuan kerja perangkat daerah (SKPD), sehingga mereka pun mulai memiliki beberapa kegiatan nantinya. Termasuk paket-paket pengadaan meja belajar itu pun nanti kita alihkan. Kalau semuanya masih di Diasik nanti anggarannya makin gemuk," kata Rafiq, Kamis (24/4) di Gedung Nasional.

Mulai dialihkannya sebagian anggaran dan kegiatan di Disdik ke UPTD Pendidikan kata Rafiq, dengan alasan agar mereka juga mulai diberdayakan untuk ikut terlibat aktif dalam urusan pendidikan. Di samping itu pula tentunya Disidik memiliki berbagai permasalahan mengenai pendidikan yang harus diselesaikan, seperti soal guru, soal bangunan sekolah, kebutuhan guru bidang studi dan banyak lagi.

Di satu sisi lanjut Rafiq, para guru pun perlu melakukan pembinaan terhadap siswa dan Disdik juga perlu melakukan pembinaan terhadap guru dalam hal kualitas. Artinya dari satu poin saja untuk guru yang jumlahnya lebih dari 3000 ditambah dengan guru bantu perlu keseriusan untuk menanganinnya.

"Sehingga dengan pengalihan sebagian anggaran di Disdik yang diserahkan ke UPTD Pendidikan diharapkan akan lebih fokus lagi dalam urusan pendidikan dan tidak lagi memikirkan anggaran dan kegiatan yang belum terlaksana," tambah Rafiq.

Orang nomor dua di Kabupaten Karimun ini juga menyinggung soal sertifikasi guru untuk tingkat SMA sederajat. Yang sampai saat ini SK nya sudah keluar namun tidak semuanya lulus dalam uji kompetensi guru dari 900 yang ikut. Kemudian saat ini tunjangan sertifikasi tersebut sudah turun dari pusat dan memang belum sempat dicairkan oleh Disdik.

Sedangkan untuk sertifikasi guru SMP sederajat ucap Rafiq, sampai saat ini masih belum ada kejelasan dan uang untuk tunjangan sertifikasi pun belum juga diserahkan dari pusat. Sehingga perlu kesabaran dan hal ini jangan dijadikan asalan untuk bermalas-malasan dalam mengajar.

"Diharapkan untuk rakor pendidikan sebaiknya dilaksanakan sebelum digelarnya penyusunan APBD tahun 2015. Atau waktu yang tepat adalah sekitar Oktober, sehingga apa yang menjadi permasalahan di dunia pendidikan akan tertampung dalam pembahasan anggaran kita pada November mendatang," pungkasnya.(gan)

Share