Monday, Jul 16th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Layanan Umum Pusat Rehabilitasi Perlu Dibangun

Pusat Rehabilitasi Perlu Dibangun

Melihat Kabupaten Anambas yang cukup berkembang, persoalan penyakit masyarakat kian bertambah banyak, salah satunya muncul gelandangan dan pengemis juga orang sakit jiwa yang kerap berkeliaran sering mengganggu warga. Untuk itu sudah sepantasnya Kabupaten Anambas memiliki Pusat Rehabilitasi Panti, karena saya nilai keberadaannya cukup dibutuhkan dalam menangani penyakit masyarakat ini, Atas perhatian saya ucapkan terima kasih.

Muhammad Iskandar
08127725xxx
Warga Tarempa
Kabupaten Anambas

Jawab

Terima kasih pak Iskandar atas suratnya. Memang benar kita membutuhkan namanya Pusat Rehabilitasi Panti, namun Pemkab belum mampu untuk mambangunnya karena butuh dana yang cukup besar belum lagi tenaga medis juga. Begitu pula di Pemprov Kepri belum memiliki pusat rehabilitasi panti serta Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Namun sejauh ini Pemkab Anambas terus berupaya menangani penyakit masyarakat ini, seperti penderita sakit jiwa dengan jalan mengobatinya denga jalan diberangkatkan sebanyak 12 orang.

Sementara itu sisanya jika masih ada warga yang mengalami gangguan kejiwaan, akan menyusul diberangkatkan ke RSJ di Pekanbaru. Mudah-mudahan dengan jalan ini dapat diobati dan cepat sembuh. Sisa dari penderita sakit jiwa ini akan menyusul kemudian. Sejauh ini para penderita kejiwaan ini telah dipasung keluarga, karena mengganggu keamanan lingkungan. Namun Karena kondisinya cukup memprihatinkan, maka Pemkab Anambas mengobati dengan membawa ke RSJ. Kenapa dibawa ke Pekanbaru, karena saat ini Pemprov Kepri belum memiliki RSJ.

Selama ini pengobatan pasien gangguan kejiwaan, selalu terkendala jarak yang jauh. Sehingga dana yang dikeluarkan oleh pemerintah cukup besar. Untuk memberangkatkan pasien ke RSJ Pekanbaru, kadang pemerintah tidak mampu membiayai keluarga pasien, yang ikut mengiringi pasien ke RSJ. Kondisi itu pula yang membuat keluarga pasien, mempercayakannya pada petugas medis atau pihak keluarga tidak ikut. Apalagi kalau tidak ada sanak keluarga yang berada di Pekanbaru, yang dapat dijadikan tumpangan. Ditambah rentang waktu pengobatan yang kemungkinan besar butuh waktu lama. Sekian penjelasan ini semoga bermanfaat.

Hormat Kami

Tengku Mukhtarudin menyampaikan,
Bupati Kabupaten Anambas