Halo Dinas Kebersihan Kabupaten Karimun, tolong lakukan upaya dalam membersihkan sampah yang kian hari semakin banyak karena jarang diangkut sudah memenuhi rumah warga. Akibatnya masyarakat sering membuang sampah ke tempat sembarangan, karena sampah sudah banyak. Sekian atas perhatinya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami
Komaruddin
081282137xxx
warga Meral
Kabupaten Karimun
Jawab
Terima kasih pak Komaruddin atas suratnya. Kami dari Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Kabupaten Karimun, menyadari memang untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas tiga hektar lebih, sudah tidak layak untuk menampung jumlah sampah setiap harinya yang mencapai 120 hingga 150 ton. Maka untuk sementara, kita gunakan lahan yang ada kita manfaatkan dengan cara membuang di kotak lain. Dalam artian melihat lokasi sampah yang dibuang, jika sampah lama masih basah maka dicari lokasi yang sampahnya sudah kering, baru ditumpuk lagi.
Lahan tambahan untuk TPA sampai saat ini masih belum bisa diusahakan. Memang beberapa waktu lalu sempat ada peninjauan lokasi untuk TPA di Desa Pongkar seluas 10 hektare. Namun setelah diteliti, ternyata berada di daerah sumber mata air. Sehingga lokasi itu dibatalkan.
Selain itu solusi yang sedang direncanakan dengan melakukan daur ulang sampah. Sehingga tidak terjadi penumpukan di TPA. Hal itu juga berdasarkan Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengolahan sampah, kemudian Permendagri nomor 33 tahun 2010 juga mengenai pengolahan sampah. Selama ini pengetahuan masyarakat Karimun masih minim tentang sampah daur ulang. Sehingga berapapun lahan yang kita miliki tidak akan cukup untuk menampung sampah yang ada.
Untuk itu kita berharap, agar ada inisiatif masyarakat untuk memilih milih sampah daur ulang. Sehingga mampu dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga. Disamping lahan yang belum memadai, kendala lain yang dihadapi saat ini adalah minimnya sarana transportasi untuk mengangkut sampah ke lokasi pembuangan (TPA-red). Dimana saat ini hanya ada sekitar 10 truk dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sejak Karimun masih berupa kecamatan, seluruh truk sampah tersebut memang sudah ada.
Hormat Kami
Ivit
Kasi Retribusi BLHKP
Kabupaten Karimun
- Biaya Buat KTP Rp300 Ribu
- Berapa Lama Urus Sertifikat Tanah
- Remaja Mabuk-mabukan
- Sampah Numpuk di Legenda
- Posyandu Minta Diperbanyak
- Gejala DBD Serang Warga
- Jembatan Penyebarangan Kapan Diselesaikan
- Mengemas Isu Ledakan Penduduk
- Perlu Pemahaman Bahaya Trafiking
- Kapan Pelabuhan Berakit Beroparasi
- Kapan Penerimaan PNS
- Kepri Butuh Rumah Singgah
- BBM Masih Langka
- Masih Banyak Rumah Warga Perlu Direhab
- Tolong Perjuangkan Hak Sekuriti
- Penyakit Apa saja Diklaim Jamsostek
- PNS Muda Miliarder
- Obat Kadaluarsa Masih Dijumpai
- Dana Reboisasi Bintan Rp100 Juta
- Buat Pasport Lama dan mahal