Bintan

Polisi Sita Puluhan Ton Kayu

kayu diamankanBINTAN (HK) - Satreskrim Polres Bintan menyita puluhan ton batang kayu jenis bintangor dekat pesisir pantai Kawal Kecamatan Gunung Kijang, belum lama ini. Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan menuturkan, saat ditemukan kayu tersebut digeletakkan begitu saja oleh pemiliknya. "Jadi pas kita datangi, mereka (Pemilik-red) tahu kedatangan kita dan kabur dari lokasi meninggalkan kayu-kayu itu," kata Adi, Kamis (6/4).

Kayu sebanyak 49 batang itu kini sudah diamankan di Mapolres Bintan. Sampai dengan detik ini, Adi mengungkapkan, belum ada pihak yang mengaku memiliki kayu tersebut.

Satreskrim Polres Bintan sambungnya, sedang melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan Provinsi Kepri serta instansi pelelangan di Kota Batam, untuk melakukan proses lelang 49 batanhlg kayu yang biasa memang digunakan untuk membangun kelong apung (Alat tangkap ikan).

"Rencananya akan kita lelang, karena tidak ada pemilik. Kita tunggu koordinasi dari dinas kehutanan dan bagian pelelangan di Batam nanti," tandasnya.

Menurut Adi, pihaknya sudah sejak lama mengintai asal muasal datangnya kayu-kayu berukuran besar yang diduga berasal dari luar pulau Bintan tersebut. Namun, para pelaku tergolong licin, lantaran setiap hendak dibekuk para pelaku berhasil meloloskan diri. Diduga kayu-kayu yang memiliki kekerasan diatas rata-rata ini merupakan hasil ilegal logging.

Selain Satreskrim, Satpolair Polres Bintan juga berhasil mengamankan 7 ton kayu gelondongan yang diamankan dari sebuah kapal pompong di pelantar laut dekat perairan wilayah Gunung Kijang. Bahkan, petugas juga sudah menetapkan seorang tersangka, Samsir (53).

"Kami sudah menetapkan Samsir sebagai tersangka yang berperan sebagai penanggungjawab kapal. Sementara tiga pelaku lainnya, yakni Oshar, Kay, dan juga Sudar, masih berstatus saksi, karena hanya sebatas ABK," tutur KBO Satpolair Polres Bintan, Iptu Rambe. (cw95)

 



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar