Sisa Pembangunan Jembatan Dompak

Ratusan Plat Baja Raib

Ratusan keping plat baja sisa pembangunan Jembatan Dompak yang ditumpuk di jembatan arah Wacopek Tanjungpinang sebagian sudah raib.

TANJUNGPINANG (HK)- Ratusan keping plat baja sisa pembangunan Jembatan Dompak yang ditumpuk di jembatan arah Wacopek Tanjungpinang sebagian sudah raib. Plat besi baja tersebut merupakan aset daerah karena dibeli menggunakan dana APBD Provinsi Kepri.

Plat besi baja tersebut sudah ada di lokasi ini sejak satu tahun lalu. Diduga hilangnya plat besi tersebut dicuri oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Disinyalir plat baja tersebut telah dijual ke salah seorang penampung besi tua di km 8 Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Besi tersebut saat ini sudah dikirim ke penampungan yang berlokasi di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Dari penelusuran Haluan Kepri, seratusan keping plat baja tersebut dijual ke penampung dengan total mencapai sekitar Rp1,480 miliar. Besi tersebut awalnya tertumpuk di lokasi sekitar 200 keping dan berkurang sampai saat ini sisanya hanya 53 keping.

Satu keping plat besi baja memiliki bobot berat sekitar 3,7 ton dan jika besi dijual mencapai seratus keping lebih dengan harga per kilonya Rp4.000 sampai Rp6.000, maka total uang yang diperoleh sekitar Rp1 miliar lebih. Puluhan keping plat baja yang tersisa saat ini sudah diamankan oleh Bagian Aset Pemprov Kepri melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepri dan diletak dekat kantor Satpol PP Kepri di Dompak, Tanjungpinang.  

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) Provinsi Kepri saat ini sedang melakakukan penelusuran dan investigasi terkait dengan raibnya aset milik negara tersebut. "Saat ini kami sedang mengumpulkan data-data serta mendalami kemana arahnya besi milik Pemprov Kepri yang merupakan aset negara tersebut," ujar Ketua LSM P2KN Provinsi Kepri Kennedy Sihombing, dihubungi Kamis, (2/8).

Pihaknya juga sedang menelusuri lebih dalam siapa-siapa saja oknum yang mengambil besi tersebut dan kemana dijualnya serta siapa penampungnya.

Kennedy mengatakan, pihaknya juga sudah membentuk tim investigasi yang diperbantukan untuk menelaah dan mengumpulkan data lengkap seputar izin penjualan ratusan keping plat baja yang diperoleh oleh oknum penjual besi tersebut. "Jika memang nantinya terbukti siapa-siapa aja yang bermain dibalik penjualan aset negara ini yang tidak mengantongi izin resmi dan lengkap dari pemerintah, maka kita akan segera melaporkannya ke polisi," imbuhnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri Arif Fadillah saat dikonfirmasi soal raibnya ratusan keping plat baja sisa pembangunan jembatan Dompak sangat menyayangkan kejadian itu.

Arif juga sebelumnya sudah menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepri Abu Bakar untuk menjelaskan perihal hilangnya kepingan besi tersebut. Namun sampai saat ini belum ada jawaban dan laporan resmi kepada dirinya.

"Saya sudah menelpon Kepala Dinas PUPR Provinsi Kepri, Abu Bakar terkait dengan hilangnya besi tersebut. Karena besi dari sisa pembangunan jembatan Dompak tersebut merupakan tanggungjawab Dinas PUPR Kepri selaku pihak yang memiliki proyek tersebut.

Saya juga meminta pertanggungjawaban Kepala Dinas PUPR Kepri, apakah barang itu sudah diserahkan ke aset atau belum, namun mengapa sampai hilang," katanya.

Kalau besi tersebut hilang, lanjut Arif, ia meminta kepada Dinas PUPR Kepri untuk segera melaporkannya ke Inspektorat Daerah Provinsi Kepri supaya ditelusuri. Setelah itu nantinya pihak Inspektorat akan melaporkan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti.

"Saya minta Kepala Dinas PUPR Provinsi Kepri segera menyelesaikan permasalahan ini, karena tiga hari yang lalu saya sudah menghubungi Kepala Dinas PUPR untuk menghadap agar segera ditindaklanjuti. Namun sampai sekarang belum ada laporan.

Begitu juga dengan laporan ke Inspektorat sampai sekarang saya belum menerima tembusannya. Karena dengan laporan tersebut pihak Inspektorat nantinya akan menelusuri besi tersebut," ujar Arif. (tim)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar