Ambil Penumpang di Area "Terlarang"

Puluhan Sopir Pangkalan Datangi Kantor Grab

Sejumlah ojek online berkumpul di Kantor Grab, Jumat (3/8) sore, di Ruko Trikarsa Pasir Putih Batam Centre.

BATAM (HK) - Lantaran kedapatan mengambil penumpang di kawasan pelabuhan, salah satu driver taxi online nyaris dihakimi oleh sejumlah sopir taksi pangkalan, Jumat (3/8) sore, di kawasan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.

Hal itu dipicu oleh aksi oknum driver taxi online yang nekat mengambil penumpang dari Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center tersebut, dan dinilai melanggar kesepakatan yang telah disepakati bersama antara kedua belah pihak.

Edi, seorang supir taksi pangkalan mengatakan permasalahan tersebut kerap terjadi selama ini. Menurutnya terkesan oknum driver taxi online sengaja mencari sebuah permasalahan, dengan menaikan penumpang di area yang terlarang. "Wajar saja kalau sopir taksi pangkalan tersebut marah, karena ini sudah terjadi pelanggaran kesepakatan," ungkap Edi.  

"Pelanggaran yang dilakukan driver taxi online selama ini telah jadi keluhkan oleh sopir taksi pangkalan. Namun kami tetap bersabar," kata Edi, di pelabuhan Batam Centre.

Faktanya, ungkap Edi, meskipun sudah di buat kesepakatan, serta disepakati bersama antara kedua belah pihak, tetapi tetap dilanggar," kata Edi, yang juga kesal. "Makanya, terkadang wajar kalau supir taksi pangkalan marah. Karena, mereka melanggar kesepakatan bersama dengan berbagai cara dan alasan yang dibuat buat," imbuhnya.

Informasi yang diperoleh, akibat aksi nekat itu sempat terjadi kejar-kejaran, karena driver taxi online berupaya kabur, meski sudah kepergok. Lalu, bersembunyi di Kantor Grab, di Ruko Trikarsa Pasir Putih Batam Centre. "Akibatnya, puluhan sopir taksi pangkalan mendatangi kantor Grab untuk mencari oknum driver taxi online yang melakukan pelanggaran itu," ungkap Rizal, seorang saksi mata.

"Beruntung petugas kepolisian cepat datang, dan dengan sigap, bisa meredam kedua belah pihak yang bertikai," jelas Rizal.

Pantauan di kantor grab itu puluhan driver taxi online beserta pengemudi ojek online berkumpul di kantor grab sebagai wujud kebersamaan. Tapi, mereka tidak mengetahui siapa yang salah dan siapa yang benar. "Sekarang kan ada grup WA (WhatsApp), jadi ini bentuk solidaritas dengan sesama teman grab,'' ujar salah seorang pengemudi gojek di lapangan.

Tidak hanya sopir grab, belasan anggota polisi berpakaian lengkap juga terlihat di lapangan untuk mengamankan lokasi kantor grap itu. Sejauh ini belum ada pihak kepolisian yang mau berkomentar, tentang permasalahan yang sudah terjadi, meski berulang kali awak media berupaya meminta penjelasan.  

Namun ada masyarakat menduga, masalah itu seperti ada yang membekingi driver taxi online sehingganya supir taksi pangkalan yang sering disalahkan. "Driver taxi online selalu membuat masalah. Tetapi, mereka selalu dilindungi oleh institusi terkait. Wajarlah, sebab kelompok taxi online setor ke mereka tiap bulan," tegas seseorang sumber yang tidak menyebutkan namanya itu. (vnr)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar