Karena Tak Ada Biaya Berobat

Ibu Muda Meninggal di Kos-kosan

Seorang ibu muda Ainun Toharatun (34), meninggal dunia di kamar kos yang ditempatinya di Perumahan Muka Kuning Paradise Blok P No 10 Kelurahan Bukit Tempayan, Batuaji.

BATUAJI (HK) - Seorang ibu muda Ainun Toharatun (34), meninggal dunia di kamar kos yang ditempatinya di Perumahan Muka Kuning Paradise Blok P No 10 Kelurahan Bukit Tempayan, Batuaji setelah tiga hari menahan sakit, pada Sabtu (4/8) lalu.

Ainum yang tinggal bersama suaminya sebelumnya mengeluhkan sakit lambung dan sering pusing sejak tiga hari lalu. Namun karena tidak memiliki uang sepeser pun, Ainun tidak pernah dibawa berobat oleh suaminya ke rumah sakit atau puskesmes terdekat.

"Tiga hari belakangan ini, istri saya sering  mengeluh pusing dan nyeri lambung. Karena tak ada biaya, saya tak berani membawanya ke rumah sakit," katanya berurai air mata.

Karena sakitnya tak kunjung sembuh, Sumanto pun membelikan obat sakit kepala yang dijual di warung dekat kos-kosan. Setelah minum obat sakit kepala, lambung istrinya mendadak kambuh disertai pusing. "Sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, lambung istri saya  malah kambuh dan pusing," katanya.

Melihat istrinya kesakitan, Sumanto tetap tak membawa istrinya berobat ke rumah sakit. Sampai istrinya tertidur hingga pagi hari. Setelah pagi hari, ia pun membangunkan istrinya dan ternyata sudah meninggal dunia.

Sumanto mengaku tak punya firasat apa-apa sebelumnya. Ia mengira istrinya benar-benar tertidur setelah mengkonsumsi obat yang dibelinya. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. " Pagi harinya, saya coba bangunkan. Tapi kok tak bergerak lagi. Bahkan ketika saya goyang-goyang badannya sudah tak ada lagi. Dari situ lah saya tahu (kalau sudah meninggal)," cerita pria yang masih menganggur ini.

Mengetahui istrinya sudah tak bernyawa, Sumanto pun panik.  Sambil menangis ia pun melaporkan ke perangkat RT setempat, kemudian perangkat RT menghubungi pihak kepolisian Batuaji.

Di lokasi, Ikhsan, Ketua Rt 03/Rw 05 perumahan Muka Kuning Paradise mengatakan, bahwa istri Sumanto meninggal seperti orang tidur pada umumnya di atas kasir. Dia juga mengatakan, ketika mendapat laporan ia pun langsung menghubungi Polsek Batuaji untuk diindentifikasi.

Tak lama kemudian, tim inafis Polresta Barelang tiba di lokasi guna melakukan olah TKP dan korban pun di evakuasi untuk dibawa kerumah sakit. "Istrinya Sumanto itu sudah sakit-sakitan. Dan kita lihat juga korban meninggal kayak tidur biasa," katanya di lokasi kejadian siang itu.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe mengaku miris dengan kejadian tersebut. Korban meninggal karna sakit dan tidak dibawa ke rumah sakit karena tak ada biaya. "Miris mendengarnya setelah saya bicara sama suami korban, memang istrinya sudah 3 hari sakit, namun tak dibawa ke rumah sakit karena tidak ada biaya," kata Kapolsek Batuaji.

Dia juga mengatakan, memang saat itu suami korban sedang tidak bekerja alias menganggur. Jadi, tak ada duitnya. Sementara istrinya hanya kerja menjaga toko pakaian saja di Aviari. "Miris sekali lah hanya karena tidak punya biaya, sang istri harus meninggal di rumah. Saat  olah TKP tak ada tanda-tanda kekerasan ditemukan dibagian tubuhnya. Namun kita tetap bawa ke Rumah sakit untuk keperluan penyidikan," terangnya lagi. (ded)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar