Tajuk

Perhatian pada Lingkungan Harus Prioritas

Persoalan lingkungan tidak bisa dianggap hal yang ringan. Abai terhadap lingkungan akan berdampak besar pada kehidupan sosial masyarakat. Sebagai contoh yang terjadi di Tiban Koperasi, Sekupang. Akibat dialihkannya fungsi lahan di kawasan itu, mengakibatkan puluhan rumah yang berada di Tiban Koperasi mengalami banjir saat hari hujan. Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, selama ini meski hujan lebat, rumah mereka tidak pernah kebanjiran. Namun sejak adanya aktifitas penimbunan kolam dan kegiatan cut and fill di dekat perumahan itu, hujan satu jam saja, rumah warga di perumahan itu terendam air. Hal itu jelas menimbulkan kerugian besar pada masyarakat.

Hal serupa juga dikhawatirkan akan terjadi di perumahan di sekitar jalan Barelang. Berdasarkan berita yang disampaikan media ini kemarin, para penambang pasir ilegal di depan perumahan Cipta Asri hingga Jembatan I Barelang, kelurahan Tembesi, Sagulung, tetap melakukan aktifitas ilegal mereka.

Secara terang-terangan, aktifitas menambang pasir terus dilakukan meski sudah sering dirazia petugas Ditpam BP Batam. Teguran lisan maupun tulisan sudah diberikan. Tapi fakta di lapangan, mereka tetap beroperasi. Keberadaan tambang pasir di kawasan itu dinilai akan berdampak buruk terhadap lingkungan serta menyebabkan erosi (pengikisan tanah). Apalagi dampak galiannya langsung menuju Dam Tembesi yang merupakan salah satu Dam yang berfungsi sebagai penyedia air baku untuk masyarakat Batam.

Batam memang tengah membangun saat ini. Dapat dilihat, hampir di banyak kawasan, pembangunan fisik terus dilakukan. Namun, pembangunan yang dilakukan diharapkan tetap memperhatikan lingkungan dan masyarakat. Pembangunan yang mengabaikan lingkungan juga tidak baik. Dan hasil yang dikerjakan juga tidak akan baik.

Karena itu, masalah lingkungan di Batam diharapkan dapat ditangani secara bijak. Mana area yang layak dimanfaatkan, mana yang tidak layak, harus dipertimbangkan dengan matang. Tujuannya apa? Agar tidak ada yang dirugikan. Seperti yang terjadi di Tiban Koperasi, warga sekitar situ merasa dirugikan dengan aktifitas penimbunan dan cut and fill. Jika sudah ada yang dirugikan, bukannya lancar pembangunan, malah sebaliknya. Persoalan demi persoalan akan mungkin muncul.

Karena itu, secepat apapun pembangunan, perhatian pada lingkungan tetap menjadi prioritas. Jangan karena mengejar pembangunan, pihak yang lain mendapat kerugian. Ini jelas tidak adil. ***




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar