Natuna

Warga Tagih Janji Bupati dan Wabup

Warga Natuna mulai menagih janji Bupati Hamid Rizal dan Wakil Bupati, Ngesti Yuni Suprapti untuk mewujudkan program pengembangan kelapa sawit.

NATUNA (HK) - Warga Natuna mulai menagih janji Bupati Hamid Rizal dan Wakil Bupati, Ngesti Yuni Suprapti  untuk mewujudkan program pengembangan kelapa sawit.

Hal ini menyusul pada pentas politik 2015 lalu, program pengembangan kelapa sawit menyeruak ke permukaan di panggung-panggung Politik. Pasangan Calon Bupati Hamid Rizal dan Ngesti Yuni Suprapti menjadi kandidat yang paling getol menyebut program ini pada sebagian kegiatan politiknya di Natuna.

Pada saat itu, pasangan Cabup dan Cawabup ini bertekad untuk menghidupkan kembali puluhan ribu hektare kelapa sawit yang dulu pernah ada. Program ini mereka yakini sangat mumpuni untuk mendongkrak gerakan ekonomi masyarakat melalui sektor ketenagakerjaan dan usaha.

Namun kini, kelapa sawit itu belum ada ceritanya sama sekali, baik di tataran perencanaan apalagi di tataran praktis sebagaimana yang dijanjikan dulu.

"BTW (By The Way), program kelapa sawit gimana ceritanya ya sekarang. Dulu kan pak Bupati mau membuat program kelapa sawit pada waktu kampanye," kata Yanto,  warga Desa Air Lengit,  Kecamatan Bunguran Tengah, di Ranai, Jumat (10/8).

Dulu pada waktu kampanye, Yanto mengaku sepaham dengan Hamid mengenai trobosan jitunya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran melalui program perkebunan kelapa sawit itu.

"Dengan itu lah kami mendukung pak Amid dulu hingga beliau menang jadi bupati," sambungnya. Yanto berkata, dulu Hamid dengan bahasa yang lugas menggambarkan kepada masyarakat bahwasanya kelapa sawit dapat berperan besar dalam membangun ekonomi.

Dengan membuka lahan sawit seluas 30. 000 hektare saja sudah banyak mengurangi beban pengangguran. Bila perhektare sawit dikelola dua orang, maka sudah bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 60. 000 orang. Ia artinya hampir seluruh masyarakat Natuna yang pada usia kerja dapat bekerja dari total masyarakat Natuna yang hanya berjumlah 70 an ribu jiwa saja.

"Ini yang membuat kami merasa senang sekali dulu. Dan kami selaku warga yang tinggal di wilayah perkebun  tetap berharap janji itu bisa diwujudkan, mudah-mudahan pada tahun ketiga beliu memerintah ini, program itu bisa diwujudkan," harap Yanto.***(fat)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar