Pemberian Vaksin Imunisasi MR

Dewan Ingatkan Jangan Ada Pemaksaan

BATAM (HK) - Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan mendukung kebijakan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melanjutkan pemberian vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) atau campak dan rubella ke seluruh siswa SDN di Batam, meski ada imbauan MUI Batam untuk dilakukan penundaan sampai keluar sertifikat halal.

"Dinkes boleh melanjutkan itu asal jangan ada unsur pemaksanaan kepada orang tua siswa. Artinya siapa yang tidak ingin divaksin tidak boleh dipaksa," katanya, Jumat (10/8).

Safari melanjutkan agar masyarakat Batam tidak lagi dibingungkan dengan pemberian vaksin. Harusnya Dinkes lebih aktif memberikan sosialisasi untuk menjelaskan manfaat dan kerugian dari imunisasi ini, apalagi ini merupakan program dari Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dimana sifatnya wajib dilaksanakan karena diperkuat dengan surat edaran.

"Jadi Dinkes Batam tidak bisa menolak, karena ini bukan kebijakan Daerah melainkan langsung dari Pemerintah Pusat," ucapnya.

Kendati demikian, politisi PAN ini menekankan apabila terjadi hal negatif kepada siswa akibat imunisasi campak ini maka Dinkes Kota Batam harus menanggung segala resiko dan bertanggung jawab kepada orang tua didik. Apalagi menurutnya, ada kejadian di daerah lain dimana anak-anak mengalami pusing dan muntah setelah pemberian vaksin.

Menurutnya solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni sebelum pemberian vaksin dilakukan pihak Dinkes harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari orang tua siswa seperti menyepakati tidak ada tuntunan dikemudian hari apabila terjadi hal yang merugikan.

"Sebaiknya anak harus minta izin kepada kedua orang tua supaya kalau terjadi dampak buruk tidak ada tuntunan dikemudian hari," tutupnya.

Sebelumnya Dinkes Kota Batam tetap bersikukuh melanjutkan pemberian vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) atau campak ke seluruh siswa SDN di Batam, meski MUI Batam mengimbau dilakukan penundaan."Kita tetap lanjutkan imunisasi, bagi yang mau saja, yang tidak mau tak dipaksa. Siapa yang mau sehat saja," kata Kepala Dinkes Batam, dokter Didi Kusmarjadi, Kamis (9/8). (cw56)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar