Kepergok Selingkuhi Istri Orang

Warga Somalia Diamankan Polisi

BINTAN (HK) - Salah seorang warga Somalia, Majid Ahmed Ali (24),  merupakan seorang imigran yang tinggal dipenampungan Bhadra Resort, terpaksa diamankan pihak kepolisian. Ia kepergok sedang selingkuh dengan istri orang, Nada Putri (31) disebuah kamar warung milik Nada di Jalan Wisata Bahari, Rt 03/Rw 04, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

Kedua pasangan bukan suami-istri itu pun digelandang ke Mapolsek Gunung Kijang, Jumat (10/8) pagi untuk dimintai keterangan.

Informasi yang dihimpun, Riki Ely (39) suami Nada Putri sempat curiga dengan gelagat istrinya. Pria 39 tahun itu curiga istrinya berselingkuh dengan laki-laki lain. Kecurigaan itu terbukti saat, Kamis (9/8) malam yang mana istrinya tidak pulang ke kediamannya yang ada di dompak, Tanjungpinang.

Dan pada malam itu, sang istri memilih tinggal di warungnya yang ada di daerah Kawal.

Ketua RW 04, Tumadi yang ditemui di Mapolsek Gunung Kijang menyampaikan kejadian ini bermula saat suami perempuan melaporkan kepada pihaknya jika istrinya sedang bersama lelaki lain di dalam warung tempat usaha yang disewanya.

Laporan ini pun ditindak lanjuti dengan melaporkan kepada pihak Kepolisian setempat untuk melakukan penggerebekan. "Kemudian bersama pihak Kepolisian melakukan penggerebekan. Saat itu, seorang imigran berada di kamar bersama perempuan yang merupakan istri pelapor dan langsung di bawa ke kantor polisi," tutur ketua Rt.

Pada saat digerebek, keduanya menurut Tumadi masih mengenakan pakaian lengkap. "Hanya tidur bertiga saja, dengan seorang anak yang merupakan anak dari istri pelapor," timpalnya. Ditempat terpisah, Kapolsek Gunung Kijang, AKP Dunot Gurning yang dikonfirmasi menyampaikan proses hukum terkait penggerebekan yang dilakukan jajarannya bersama warga setempat itu tidak dilanjutkan.

Menurutnya setelah sempat dibawa ke Polsek Gunung Kijang, korban tidak mau menuntut secara hukum atau tidak mau membuat Laporan Polisi karena korban dan terlapor telah sepakat menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

"Korban dan terlapor (imigran) telah sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan yang disaksikan oleh Ketua RT 03 Wahid dan Ketua RW 04 Tumadi dan warga," tutur Dunot.

"Terlapor yang merupakan istri korban bersedia untuk tidak tinggal lagi di warung yang terletak di Jalan Wisata Bahari itu dan kembali ke rumah tinggal nya di Tanjungpinang," sambungnya. (oxy)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar