Kebakaran, 1 Tewas, 1 Luka

11 Rumah di Bukit Senyum Terbakar

Kondisi rumah pasca kebakaran di kawasan rumah liar (ruli) Bukit Senyum, Batuampar, Batam.

BATAM (HK)-  Satu orang tewas dan satu lainnya luka akibat kebakaran yang melalap 11 rumah di kawasan rumah liar (ruli)  Bukit Senyum, Batuampar, Batam. Api berkobar saat warga sedang tertidur pulas, Jumat (10/8) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Dua korban kebakaran yang merupakan suami-istri adalah Ani (53) meninggal dunia dan suaminya, Mamang (52) mengalami luka bakar hingga 60 persen dan kini dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK).

Pantauan di lapangan, kobaran api begitu cepat melalap 11 rumah di kawasan padat penduduk tersebut. Kencangnya tiupan angin juga mengakibatkan api  membesar dan menyebar ke sejumlah rumah warga lainnya. Material rumah panggung berupa kayu dan tripleks semakin memperburuk keadaan.

Kerja petugas pemadam kebakaran juga terhambat akibat ratusan warga yang berkerumun di lokasi.  Kurang lebih satu jam berjibaku melawan si jago merah dengan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran, petugas akhirnya mampu mengendalikan keadaan.

Hingga kini, rumah panggung yang terbakar masih menjadi tontonan warga. Informasi di lapangan kebakaran terjadi berawal dari sebuah rumah yang penghuninya sedang bertengkar. "Saya bangun, api sudah berkobar dari bawah sana dan warga bercerita sebelum kebakaran ada pertengkaran dari rumah sumber api itu," kata salah seorang warga, Fajar di lokasi kejadian.

Ia mengatakan  saat kebakaran terjadi, ia sempat  membangunkan warga melalui pengeras suara di masjid. Sementara warga lainnya, Tuti mengaku mendengar teriakan warga yang meminta tolong ada kebakaran.

Mendengar teriakan itu,  warga pada bangun dan berlari keluar rumah  untuk menyelamatkan diri dan barang barang. "Bapak-bapak langsung bergerak dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya," ujar Tuti.

Untung sepuluh menit kemudian, kata Tuti datang dua  unit mobil pemadam kebakaran dan langsung bergerak memadamkan api. "Kalau terlambat, bisa habis semua  ruli di Bukit Senyum ini . Sebab, saat  kejadian angin bertiup kencang," ucapnya.

Sementara korban lainnya, Juliana mengaku  tidak satupun barang barang dalam rumahnya yang bisa diselamatkan. " Semua barang kami habis terbakar pak, hanya sida pakaian di badan saja. Namun saya merasa bersyukur kami  kami sekeluarga selamat pak," kata Juliana.

Di tempat terpisah,  Kapolsekta Batuampar,  AKP Ricky Firmansyah mengatakan pihaknya masih  menyelidiki penyebab pasti terjadinya kebakaran maut tersebut. "Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Sejumlah saksi juga telah diperiksa ," kata Kapolsek Batuampar, AKP Ricky Firmansyah, kemarin.

Camat Batuampar Tukijan  mengatakan  berdasarkan hasil pendataan, jumlah rumah yang terbakar diketahui sebanyak 11 rumah yang dihuni 15 kepala keluarga (KK).  "Untuk korban yang meninggal akan  dikebumikan warga, sementara yang mengalami luka bakar masih menjalani perawatan karena luka bakar yang diderita korban cukup serius," jelasnya.

Sementara itu, warga yang rumahnya terbakar saat ini ditempatkan di tenda-tenda pegungsian. Sebagian warga tinggal di rumah yang selamat dari kebakaran.

Data yang dihimpun Tangap Darurat Bencana (TAGANA), Dinas Sosial Batam menyebutkan  korban yang mengalami kebakaran  sebanyak 15 Kepala Keluarga dari 11 rumah dihuni oleh 39 jiwa. "Kami sudah mendata siapa saja warga yang menjadi korban kebakaran. Untuk sementara yang rumahnya terbakar, akan ditempatkan pada tenda tenda yang disediakan," kata salah seorang anggota Tagana Batam. (vnr)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar