Mencari Keadilan dan Kebenaran

Sabri Hamri SH, Pengacara/Advokad

Nama Sabri Hamri mungkin sudah tidak asing lagi dalam pendengaran sejumlah aparat penegak hukum, terutama di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Maklum, pria yang tengah menyelesaikan gelar S2 Magister Hukum di Universitas Internasional Batam (UIB) ini, sudah sering hadir dan tampil dalam sidang sejumlah perkara, baik selaku kuasa hukum maupun mendampingi langsung kliennya di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, termasuk di kepolisian dan kejaksaan.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat tahun 2012 dan pernah menamatkan belajar di SMP Negeri 1 Tanjungpinang tahun 2005 serta SMA Negeri 1 Tanjungpinang 2008 ini sangat berkeinginan untuk terus berjuang mencari keadilan dan kebenaran demi tegaknya hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.

Disamping itu, pria lajang kelahiran Tanjungpinang, 5 Januari 1990 ini tidak pernah gentar dalam membela dan menegakkan kebenaran hukum tersebut, meskipun pahit bagi pihak lain yang menolaknya. Baginya, menjadi pengacara memang sudah didambakan sejak dulunya.

Salah satu cara memotivasi diri bagi anak kedua dari 3 bersaudara ini, adalah dengan mencari tantangan dandisertai adrenalin yang tinggi. Hal ini diharapkan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari tujuan hidup yang hendak dicapai kelak. Baginya, tantangan buka harus membuat dirinya takut, melainkan bagaimana tantangan itu bisa ditaklukkan.

Menurut pria yang bertugas di Kantor Hukum Hendie Devitra dan Rekan tersebut, teori keadilan sangat penting untuk diketahui dan dipahami. Sebab suatu perbuatan akan dikatakan adil kalau kita tahu tentang keadilan. Untuk menentukan benar tidaknya suatu perbuatan harus ada tolok ukur atau ukuran tentang kebenaran.

Dalam menjalankan hidup kesehariannya, Sabri sapaan akrab pria menggemar berbagai cabang olah raga ini, tidak mau berpangku tangan, melainkan terus berusaha mendapatkan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga serta orang-orang yang dicintai serta dihormatinya selama ini.

Ia uga menilai, suka duka hidup tak cukup dikiaskan dengan berputar roda saja, melainkan perlunya perjuangan dan do'a kepada Sang Pencipta, agar anugerah yang didapat terus bertambah diberkahinya.(nel) 



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar