Tanjung Pinang

Kurir Sabu 2,9 Kg Disidang

Tiga terdakwa sebagai kurir narkotika jenis sabu seberat 2.905,11 gram (2,9 kilogram) jaringan asal Madura, tangkapan Polres Bintan.

TANJUNGPINANG (HK)- Tiga terdakwa sebagai kurir narkotika jenis sabu seberat 2.905,11 gram (2,9 kilogram) jaringan asal Madura, tangkapan Polres Bintan beberapa waktu lalu, mulai disidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (6/9)

Ketiga terdakwa tersebut, yakni Sukron alias Kron, Masidi alias Edi dan Imam Safe'i alias Imam. Jalanya sidang dilakukan secara terpisah dalam ruangan dan majelis hakim yang sama dipimpin Santonius Tambunan didampingi dua hakim anggota Monalisa Siagian dan Acep Sopian Sauri.

Dalam dakwan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra, dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan terungkap, berawal saat terdakwa Sukron alias Kron dan terdakwa Masidi alias Edi mendapat perintah dari Slamet (DPO) untuk berangkat ke Batam mengambil sabu untuk dibawa ke Madura melalui Kijang.

Kemudian dilakukan pembagian tugas secara terorganisir, yaitu terdakwa Sukron bertugas menyerahkan uang kepada terdakwa Masidi yang digunakan untuk membiayai membawa narkotika jenis sabu yang akan dibawa, Rabu 23 Mei 2018.

Sedangkan terdakwa Masidi dan terdakwa Imam bertugas mengambil sabu dari kota Batam untuk dibawa ke Madura melalui Tanjungpinang ke Kijang, kemudian ke Tembilahan dan ke Madura.

Keesokan harinya terdakwa Sukron berangkat dari Surabaya menuju Batam dan ke Tanjungpinang, lalu ke Kijang. Ia menginap di kamar 216 Wisma Rahmat Jalan Barek Motor Kelurahan Kijang Kota Kecamaatan Bintan Timur Kabupaten Bintan dengan membawa uang Rp5 juta yang akan diserahkan ke terdakwa Masidi.

Sementara terdakwa Masidi berangkat dari Surabaya menuju Batam, sesampainya di Batam terdakwa Masidi pergi ke daerah Jodoh Batam bertemu dengan Bro alias Tretan (DPO) dan menginap satu malam di sana. Keesokan harinya Bro menyerahkan satu buah kotak minyak goreng fortune yang berisi sabu.

Keesokan harinya terdakwa Masidi pergi ke Pelabuhan Punggur dan menyerahkan satu buah kotak minyak goreng Fortune yang berisi sabu ke terdakwa Imam. Lalu mereka berdua bersama-sama pergi ke Tanjungpinang menggunakan kapal dan sesampainya di Tanjungpinang keduanya langsung pergi ke Kijang dan menginap di wisma Nusantara di kamar 104 Jalan Barek Motor, Kijang, Kabupaten Bintan.

Sesampainya di penginapan tersebut, terdakwa Sukron langsung menghubungi terdakwa Masidi melalui telpon untuk menyerahkan uang biaya membawa satu buah kotak minyak goreng Fortune yang berisi sabu tersebut. Lalu terdakwa Masidi pergi ke Wisata Rahmat sedangkan terdakwa Imam dan satu buah kotak minyak goreng Fortune yang berisi sabu tetap berada di Wisma Nusantara.

Pada Jumat 25 Mei 2018, saat anggota Sat Narkoba Polres Bintan melakukan kegiatan rutin pengecekan terhadap tamu wisma di bulan Ramadhan, saat dilakukan pengecekan di kamar 104 di dalam kamar itu ada terdakwa Imam dan satu buah kotak Fortune yang mencurigakan.

Hasil pengembangan polisi, kemudian berhasil menangkap terdakwa Sukron di Wisma Rahmat.

Hasil penangkapan tersebut, kemudian polisi membuka isi kotak Fortune itu, dan ternyata di dalammya berisi kerupuk ikan mentah. Sementara di bawahnya ditemukan 3 bungkus besar yang diduga narkotika jenis sabu.

Perbuatan ketiga terdakwa dijerat oleh JPU dengan dakwaan primer Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Kemudian Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dan Lebih-lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terhadap dakwaan JPU tersebut ketiga terdakwa setelah melakukan konsultasi dengan Penasehat Hukumnya, Annur Syaifuddin yang merupakan penunjukan dari majelis hakim menyatakan tidak keberatan.(nel)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar