Tanjung Pinang

Proyek Penataan Balai Adat Penyengat Dilaporkan

TANJUNGPINANG (HK)- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Investigation Corruption Transparan Independen (ICTI) Kepri melaporkan kejanggalan pelaksanaan proyek Penataan Kawasan Balai Adat Pulau Penyengat tahun 2017 ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Rabu (5/9).

Proyek senilai Rp5,6 miliar yang bersumber dari APBD Kepri itu dikerjakan PT Buana Mitra Graha. Diduga proyek tersebut telah gagal dan konstruksi bangunan. Hal ini terlihat dari kemiringan pelantar yang mencapai sekitar 30 cm.

"Laporan tersebut langsung kita serahkan ke Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Feri tas di ruang kerjanya," kata Kuncus selaku Ketua LSM ICTI Kepri.

Kuncus mengatakan, pihaknya sudah memperlajari secara mendalam teknik pekerjaan berdasarkan site plan sebagaimana dokumen pekerjaan terhadap pelaksanaan proyek tersebut. “Kita minta pihak Kejati Kepri segera turun tangan untuk mengusut dugaan kejanggalan proyek tersebur hingga tuntas,“kata Kuncus.

Menurut Kuncus, sejauh ini belum ada tindakan teknis yang dilakukan oleh PT Buana Mitra Graha, maupun instansi terkait terhadap kondisi proyek tersebut. Kondisi ini tentunya akan menghambat pelaksanaan pekerjaan lanjutan tahun 2018 dengan pelaksana PT Seberong Fatra.
        
" Dipastikan terhambat pelaksanaan tahap kedua tahun 2018 ini “ jelas Kuncus. Aspidsus Kejati Kepri, Feri Tas yang dikonfirmasi mengucapkan terimakasih atas kepedulian dari salah satu elemen masyarakat dalam melakukan pemantauan terhadap sejumlah pelaksanaan kegiatan proyek di Kepri. "Kita akan pelajari lebih dulu terhadap laporan LSM ICTI tersebut,"ujar Feri Tas. (nel)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar