Karimun

Bacaleg Gelapkan BPKB

Satu orang bacaleg Karimun, RA (34) diamankan polisi. Dia diduga menggelapkan BPKP motor.

KARIMUN (HK) - Satu bakal calon legislatif (bacaleg), RA (34) ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penggelapan BPKP sepeda motor milik rekannya sendiri. Tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolsek Balai Karimun.

"Memang benar, kami mendapat informasi ada salah seorang bacaleg yang tersangkut kasus pidana. Saat ini masih dalam proses hukum di kantor polisi. Meski yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak akan merubah stastus bacalegnya," ungkap Ketua KPU Karimun, Eko Purwandoko, Minggu (9/9).

Kata Eko, proses hukum yang dijalani bacaleg tersebut masih akan panjang. Setelah diproses di kepolisian, kasusnya akan bergulir di kejaksaan hingga disidangkan di pengadilan. Statusnya akan berubah jika yang bersangkutan sudah divonis dan memiliki keputusan hukum tetap (inkracht) dari pengadilan.

"Sebelum ada kekutaan hukum tetap dari pengadilan, maka status yang bersangkutan tidak akan berpengaruh. Bahkan, setelah divonis pun dan ternyata dia terpilih sebagai anggota legislatif dalam pemilu maka dia akan diberlakukan proses pergantian antar waktu (PAW) dan digantikan oleh kader lain di partainya," tutur Eko.  

Eko Purwandoko menyebut, hingga saat ini jumlah bacaleg yang masih dalam daftar calon sementara sebanyak 364 orang. Dua orang bacaleg mengundurkan diri dan satu orang tereleminasi karena tidak mampu menunjukkan ijazah SMA. Sementara yang dikirim hanya ijazah S1 saja.

Para bacaleg ini akan masuk dalam daftar calon tetap (DCT) pada 20 September 2018 nanti. Dijelaskan, menjelang penetapan DCT pada 20 September nanti, kemungkinan bakal ada pengurangan jumlah bacaleg yang menjadi peserta pemilu legislatif.

Sebab, ada satu orang bacaleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atas nama Azman Zainal, dia masih tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kejari Karimun.

"Jika hingga batas waktu yang ditentukan yang bersangkutan tidak menunjukkan bukti pengunduran diri atau pensiun dari ASN, maka kemungkinan besar bacaleg tersebut tidak bisa masuk dalam daftar calon tetap. Kita masih tunggu penyerahan surat pengunduran diri sebagai ASN hingga menjelang DCT," terang Eko.

Selain ada ASN yang masih aktif, kata Eko, ada juga bacaleg yang awalnya anggota TNI aktif, namun sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya ke KPU. Sementara, bacaleg yang berasal dari TNI yang sudah purnawirawan atau pensiun jumlahnya lumayan banyak. Termasuk juga bacaleg yang berasal dari tenaga honor jumlahnya lumayan banyak.

"Kalau bacaleg yang berasal dari tenaga honor, prosesnya tidak rumit. Dia hanya cukup melampirkan surat pengunduran diri sebagai tenaga honor. Beda jika bacaleg tersebut ASN. Dia harus mengajukan pengunduran diri dulu kepada negara. Setelah diproses dan keluar keputusan, baru bisa diterima," jelasnya. (ham)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar