Korban Empat Anak di Bawah Umur

Dua Pelaku Sodomi Dibekuk Polisi

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi saat ekspos penangkapan dua pelaku sodomi terhadap empat korban anak di bawah umur.

TANJUNGPINANG (HK)- Jajaran Polsek Bukit Bestari membekuk dua pelaku sodomi Cahyo (25) dan Asun (38) terhadap empat anak laki-laki di bawah umur di Tanjungpinang, Jumat (7/9). Pelaku ditangkap di tempat berbeda.

Tersangka Cahyo merupakan seorang waria. Ia ditangkap di kos-kosannya Jalan Arif Rahma Hakim, Gang Gatra Tanjungpinang, Kamis (6/9) pukul 21.30 WIB. Sedangkan rekannya, Asun diringkus polisi di Jalan Sultan Mahmud, Gang Perapat, Kelurahan Tanjung Unggat, Tanjungpinang, Jumat (7/9) pukul 22.00 WIB. Keduanya ditangkap tanpa perlawanan.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengungkapkan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat bahwa adanya tindak asusila yang dilakukan tersangka terhadap korbannya yang masih di bawah umur. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan di lapangan. Setelah cukup lama tim bergerak, akhirnya  pelaku ditemukan.

"Untuk sementara baru empat orang anak yang diduga menjadi korban atas perbuatan kedua pelaku. Hal ini akan terus kita tindak lanjuti untuk melakukan pengembangan,"kata Ucok didampingi Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Arbaridi Jumhur dan Kasat Reskrim Polres  Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiroseno di Mapolsek Bukit Bestari, Sabtu (8/9).

Ucok menyebutkan, modus yang dilakukan kedua tersangka ini dengan mengajak anak-anak masih di bawah umur.

yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tuannya untuk nongkrong dan bermain di rumah tersangka. Setelah itu, korban ditawarkan untuk meminum- minuman beralkohol. "Lalu setelah berkumpul di rumah tersangka, anak-anak tersebut diajak untuk mabuk-mabukan agar dapat melancarkan aksinya. Setelah selesai kemudian anak-anak itu diberi uang," ungkap Kapolres.

Diiterangkan, perbuatan kedua tersangka tersebut saling berkaitan untuk melancarkan aksinya terhadap para korbannya. "Kedua tersangka tersebut juga sudah saling kenal,"jelas Ucok

Atas perbuatan tersebut, ujar Ucok, kedua tersangka dapat  dijerat sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang peraturan penetapan pemerintah nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2013 Tentang Perlindungan Anak.

"Kedua tersangka ini terancam hukuman paling singkat 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," pungkas Kapolres (nel)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar