Bela Klain Tidak Mampu

Abdi Sugeng Kumoro Edi SH, Advokad/Pengacara

Abdi Sugeng Kumoro Edi SH, Advokad/Pengacara.

Kepuasan dan kesenangan seseorang terkadang tidak hanya dinilai dari segi materi semata, melainkan dapat dirasakan mana kala seseorang berhasil meraih apa yang mereka harapkan sesuai profesi mereka masing-masing.

Hal ini seperti yang dirasakan Abdi Sugeng Kumoro Edi SH, pengacara (Advokad) di Tanjungpinang ini. Ia dapat merasakan kebahagian, ketika ia berhasil mendampingi kliennya dari orang tidak mampu yang tengah berperkara sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Kebahagiannya tersebut bahkan bisa berlebih, ketika perkara yang dihadapi kliennya tersebut mampun dimenangkan dalam sidang, meski pun tanpa mendapat imbalan apa-apa dari kliennya tersebut.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Soedirman (Unsoed) Purwokerto tahun 1989 ini juga mengaku, selama ia beracara mendampingi kliennya orang yang tidak mampu dalam sidang perdata, telah dua kali berhasil ia menangkan dalam sidang di Pengadilan Negeri. Dimana majelis hakim membatalkan sertifikat tanah dari lawan kliennya tersebut.

Pria penggemar hoby jogging termasuk mendengarkan musik dan olah raga sepak bola ini, dalam kehidupannya sehari-hari menginginkan teman sebanyak-banyaknya. Hal tersebut seperti istilah "musuh satu terlalu banyak dan teman seribu masih terasa kurang". Kondisi tersebut, membuat ia juga banyak dikenal dan disegani oleh orang lain.

Bagi pria berkumis tebal yang akrab disampa Sugeng dan berkantor di kawasan Kijang Kencana III Blok C Kilometer 11 Jalan Adi Sucipto Tanjungpinang ini, sebagai seorang pengacara ia juga memiliki idola seseorang pencara sekelas Yap Thiam Hien mau pun pengacara senior Adnan Buyung Nasution.   

Menurut pria kelahiran Kijang, tahun 1962 ini, suka duka hidup tak cukup dikiaskan dengan berputar roda saja, melainkan perlunya perjuangan dan do'a kepada Sang Pencipta, agar anugerah yang didapat terus bertambah serta berkahan dari-Nya.

"Karier advokad sudah saya lalui sejak belasan tahun silam, tepatnya dimulai menjadi asisten pengacara tahun 1992 dan resmi dilantik menjadi advokad tahun 1995 hingga saat ini. Selama menjalani sidang perkara klien, ada dua perkara yang divonis bebas oleh majelis hakim, karena klien saya itu memang tidak bersalah di mata hukum," tutur pria yang murah senyum dan berwibawa ini.

Sugeng juga sangat meyakini bahwa kekuasaan dan keadilan tertinggi dan paling sempurna itu hanya di tangan Sang Maha Kuasa, Allah SWT. Untuk itu, sebesar apa pun persoalan dan permasalahan hidup yang dilaluinya, selain berusaha, ia tidak lupa menyerahkan keputusan itu kepada-Nya.(nel)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar