Diduga Sering Berkata Kotor

Petugas Kebersihan Pukul Siswa

Pelaku pemukulan dan orang tua korban saling memaafkan usai dimediasi di rumah Ketua RT setempat.

KARIMUN (HK) - Antonius Lau, petugas kebersihan di Sekolah Santo Yusuf Tanjungbalai Karimun memukul Fa (10), siswa SD di sekolah tersebut. Gara-garanya, Fa sering mengeluarkan kata-kata kotor dan menggangu anak Lau. Kasus pemukulan yang dialami Fa akhirnya sampai kepada orang tua Fa. Merasa tak terima anaknya dipukul oleh Antonius Lau, maka orang Fa berniat melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Untung saja, sebelum sampai diproses hukum, kasus itu cepat diselesaikan melalui mediasi oleh salah seorang Bhabinkamtibmas Polsek Tebing, Bripka Thomas Harison. Polisi kemudian mempertemukan orang tua Fa dengan Antonius Lau di rumah Topan Ramadhan, selaku Ketua RT 05 RW 03 Kampung Baru, Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing, Rabu (12/9).

Dihadapan ketua RT setempat, orang tua Fa dan Antonius Lau akhirnya bersedia menyelesaikan persoalan dugan pemukulan itu dengan cara damai.

Kapolsek Tebing AKP Budi Hartono ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Kata Budi, kasus penganiayaan ringan yang dialami anak di bawah umur itu hanyalah bentuk kekesalan kepada seorang anak kecil yang bersikap kurang sopan kepada orang tua. Sang anak dikabarkan sering berkata kotor.

"Memang benar, kami menerima informasi adanya kasus penganiayaan ringan yang dialami salah seorang siswa SD di Santo Yusuf oleh petugas kebersihan di sekolah setempat.

Pemicunya karena sang anak diduga sering mengelurkan kata-kata kotor. Karena kesal, petugas kebersihan itu memukul anak menggunakan kayu. Sekarang kasus itu sudah diselesaikan dengan cara damai," ungkap Budi.

Kata Budi, beberapa poin kesepakatan damai yang ditandatangani kedua belah pihak dan disaksikan ketua RT setempat adalah kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut dengan musyawarah dan kekeluargaan. Kedua belah pihak juga bersedia saling memaafkan dan tidak menyimpan dendam di kemudian hari.

"Dalam kesepakatan itu, Antonius Lau juga diminta berjanji untuk tidak melakukan perbuatannya melakukan kekerasan fisik terhadap Fa. Kedua belah pihak juga sepakat apabila dikemudian hari anak tersebut berbuat salah, maka dapat mengingatkan anak itu untuk kebaikan. Apabila melanggar, maka akan diproses secara hukum," terang Budi.***(ham)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar