Dewan Tawarkan Solusi Jangka Pendek Atasi Banjir

Revitalisasi Drainase Atasi Banjir

BATAM (HK) - Sekretaris Komisi III DPRD Batam, Bustamin Hasibuan mengatakan dalam menuntaskan permasalahan banjir di Kota Batam perlu ada langkah konkrit dari Pemko Batam, salah satunya yakni melakukan revitalisasi drainase pada beberapa titik rawan banjir.

Ia menjelaskan hal tersebut merupakan solusi jangka pendek yang bisa dikerjakan oleh Pemko Batam, pasalnya kapasitas drainase tidak lagi mampu menampung debit air ketika hujan datang. Sehingga terjadi luapan air dan menggenangi jalan serta rumah-rumah warga.

"Banyak faktor penyebab banjir di Kota Batam, namun langkah konkrit yang harus dilakukan Pemko Batam yakni melakukan revitalisasi drainase," katanya, Rabu (12/9).

Bustamin melanjutkan revitalisasi drainase dapat dilakukan dengan cara mengeruk sedimentasi didalam drainase atau menambah lebarnya. Pengerjaan tersebut bisa dilakukan oleh alat berat Pemko Batam, dimana tahun 2018 ini anggaran digelontorkan sebesar Rp11,2 miliar.

Selain revitalisasi, Bustamin juga mengimbau kepada seluruh pengembang di Kota Batam agar taat aturan dalam melakukan pembangunan, salah satunya yakni memperhatikan saluran drainase. Perhitungan matang harus dilakukan agar dikemudian hari tidak berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

"Tidak kalah penting dalam menuntaskan permasalahan banjir yakni peran serta masyarakat, dalam bentuk peduli terhadap lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan," katanya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur mengaku banyak bermunculan titik banjir di Kota Batam, untuk menuntaskannya alat berat terus dikerahkan pada beberapa titik vital. Penyebab banjir sendiri banyak faktor, salah satunya  ketidak pedulian pengembang

Sebelumnya warga Batam keluhkan banjir dibeberapa titik pemukiman dan jalanan ketika diguyur hujan dalam hitungan jam. Seperti terjadi di Bengkong, Batuampar dan Sekupang, Selasa (11/9) kemarin.

Taufik salah seorang warga Bengkong Indah Swadebi, Kecamatan Bengkong mengungkapkan bahwa perumahannya langsung direndam air setinggi lutut ketika hujan datang, padahal hujan tidak berlangsung lama hanya berselang jam. "Biasanya gak banjir tapi kali ini baru 3 jam hujan, disini sudah direndam air setinggi lutut," ungkapnya, Selasa (11/9).

Ia melanjutkan banjir tidak hanya merendam pemukiman rumahnya namun juga melebar keperumahan lain. Menurutnya kejadian ini terbilang baru walaupun sebelumnya ada genangan air tetapu tidak setinggi kali ini.

Warga lainnya, Rega mengungkapkan hal senada namun dirinya mengkritisi seringnya banjir terjadi diruas jalan Batu Ampar. Meskipun begitu sampai saat ini tidak ada tanggapan dari Pemerintah."Kalau disini sudah berlangsung lama namun terus saja dibiarkan tanpa ada tindakan," ucapnya.

Warga lainnya Alex, mengatakan kejadian serupa juga terjadi di ruas jalan Temiang, Sekupang. Ketinggian air sudah lebih daei selutut orang dewasa kalau hujan melanda. Namun tidak ada tindakan, mirisnya jalan sering lumpuh apabila hujan beelangsung lebih dari 4 jam.

"Itu udah jelas nampak namun tetap saja dibiarkan. Harusnya pemerintah cari tahu penyebabnya kenapa. Kalau tidak ada drainase kan bisa dibuatkan. Ini sudah meresahkan," pungkasnya. (cw56)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar