6 Paket Sabu Disembunyikan di Anus

WN Malaysia Diciduk Petugas BC Batam

Warga Negara Malaysia, Mohamad Shahdan diciduk petugas P2 Bea Cukai Batam karena kedapatan sembunyikan 6 kapsul sabu dalam anusnya.

BATAM (HK) - Mohamad Shahdan (26), Warga Negara (WN) Malaysia diciduk Petugas P2 BC Batam, karena kedapatan menyelundupkan 6 kapsul sabu seberat 239 gram yang disembunyikan di dalam anusnya, Senin (10/9), sekitar pukul 11.30 WIB, di Pelabuhan Harbour Bay, Batuampar.

Penangkapan pelaku penyelundupan narkotika tersebut, berawal dari kecurigaan petugas BC melihat gelagat salah seorang penumpang, kemudian dilakukan pemeriksaan secara intensif, dan hasilnya ternyata benar ditemukan 6 paket paket sabu yang diseludupkan di anusnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai (BC) Batam, R Evy Suhartantyo menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku datang dari Pelabuhan Situlang Laut, Malaysia, dengan menggunakan Paspor No A35466671, menuju Harbour bay Batam untuk menemui seseorang.

"Dengan menggunakan kapal ferry, si Shahdan masuk melalui pelabuhan Harbour bay hendak menyelundupkan narkoba sabu, atas pesanan seseorang di Batam," jelas R Evy Suhartantyo, Rabu (13/9), pagi.

Namun, ucap R Evy, ketika turun dari kapal dan masuk keruangan pelabuhan petugas melihat gerak-gerik M Shahdan yang mencurigakan dan dilakukan pemeriksaan. "Petugas kami mendeteksi setiap penumpang yang datang. Lalu, kami lihat Shahdan dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Saat petugas melakukan pemeriksaan, ditemukan di dalam tubuh Shahdan ada benda asing," ungkapnya.

Setelah dikeluarkan, imbuhnya, ternyata benda tersebut berupa 6 butir kapsul berukuran besar yang berisikan serbuk kristal bening. "Setelah kami melakukan pengetesan, ternyata benda keristal berupa methamphetamine, alias sabu jenis kelas 1," kata R Evy.

Pengungkapan tersebut menambah daftar panjang upaya penyelundupan narkoba di Batam, berdasarkan data sepanjang tahun 2018 ini, Bidang P2 KPU BC Batam telah melakukan penindakan sebanyak 49 kali.

"Ini penindakan KPU BC Batam yang ke 49 kali sepanjang tahun 2018 terhadap penyelundupan narkoba, yang masuk melalui pintu pelabuhan resmi. Untuk proses hukum, tersangka beserta barang bukti sudah diserahterimakan ke BNNP Kepri, di Nongsa," pungkas R Evy.

Pengedar Dibekuk di Belakang Masjid Raya

Terpisaha, seorang pengedar narkoba jenis sabu diamankan di sebuah kios dekat Masjid Raya Batam. Dari tangan pelaku Satresnarkoba Polresta Barelang berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 96,60 gram.

Kepala Satuan Reserse Narkoba, Polrest Barelang, AKP Abdul Rahman mengatakan satu pengedar sabu yang dibekuk yakni Widanul Hambi(33). Diamankan dari sebuah kios yang berada tepat di belakang Masjid Raya, Batam Kota.

Penangkapan tersangka berawal dari informasi masyakarat yang diterima Sabtu (8/9) lalu. Informasi itu ditindak lanjuti oleh personil Unit II Subnit 4 Satres narkoba. "Informasi itu menyebut, ada seorang laki laki yang memiliki sabu dan sering berkeliaran di sekitaran masjid Raya," ujarnya Rabu (12/9)

Dikatakan,  hasil penindakan, Widanul berhasil di amankan di sekitaran Masjid Raya. Namun barang bukti seberat 96,60 gram belum di temukan. Hingga akhirnya Widanul di bawa ke Satreskrim Narkoba Polresta Barelang untuk di introgasi.

Pada saat di amankan, Widanul tidak mengaku bahwa ia memiliki narkoba. Bahkan kita tidak menemukan barang bukti itu. Ketika di introgasi, sedikit demi sedikit kebohongan Widanul bisa terbongkar. Akhirnya ia mengakui bahwa dirinya memiliki narkoba. Barang haram itu pun masih di simpan di sebuah kios belakang Masjid Raya. (vnr/put)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar