Silaturahmi Masyarakat Alor di Batam

Isteri Bupati Alor Serukan Jaga Toleransi

Isteri Bupati Alor, Beth Isdiani Djobo (baju merah) didampingi Basri dan sejumlah tokoh lainnya disambut tarian Cakalele.

BATAM (HK) - Isteri Bupati Alor, Beth Isdiani Djobo menyapa masyarakat Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ada di Batam dan menyerukan agar masyarakatnya terus menjaga toleransi. Sebab menurutnya keberagaman adalah kekayaan, terlebih di perantauan.

Seruan tersebut disampaikan Beth Isdiani Djobo dalam acara Silaturahmi dengan masyarakat Alor di Batam, Selasa (11/9) malam, di Bengkong Harapan I, Bengkong.

Dalam kesempatan tersebut, Beth Isdiani Djobo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Alor yang hadir, karena Bupati Kabupaten Alor, NTT, Amon Djobo atau suaminya berhalangan hadir dikarenakan diwaktu bersamaan ada tugas lain yang tak bisa ditinggalkan.

"Terima kasih atas penyambutannya, sekaligus saya meminta maaf karena bapak (Bupati Alor, red) berhalangan hadir di tengah-tengah kita semua," terangnya didampingi sejumlah tokoh Masyarakat Alor di Batam, diantaranya Basri, Eduwar Kamaleng, Muhammad Dahlan dan juga tamu kehormatan Calon Anggota DPD RI, Sukri Farial dan lainnya.

Sebagai ungkapan terima kasih dan apresiasi atas sambutan yang luar biasa, Beth Isdiani Djobo mewakili suaminya memberikan kenang-kenangan berupa alat musik gong asli dari Alor. Dimana kedatangannya disambut meriah dengan tarian adat Alor, NTT, tarian Cakalele yang khusus untuk menyambut petinggi-petinggi daerah Alor.

Tak hanya menghibur Beth Isdiani Djobo dan rombongan, dan juga warga Alor yang ada di Batam, tetapi kemeriahan tari Cakalele juga menjadi hiburan dadakan masyarakat setempat dan juga pengguna jalan yang kebetulan melintas. Hal ini terlihat dari banyaknya pihak yang mengabadikan tarian khas NTT itu.

Sebagai ungkapan bahagia dan haru dari warga Alor, sebagian warga berdiri menyambut kedatangan Beth Isdiani Djobo sejak turun dari mobil hingga menduduki kursi yang disiapkan panitia. Dimana warga berebut bersalaman dengan isteri orang nomor satu di Kabupaten Alor tersebut.   

Ketua panitia pelaksana, Sarimin Adam mengatakan kedatangan isteri Bupati Alor ini adalah sebagai bentuk silaturahmi dan melepas kerinduan masyarakat Alor yang ada di Batam dengan pemimpinnya. “Semoga dengan kedatangan ibu disini bisa mengobati kerinduan kami akan kampung halaman yang kita cintai,” ujarnya disambut riuh tepukan.

Dalam pemaparannya disebutkan bahwa masyarakat Alor di Batam sudah ada sejak tahun 1952, bahkan perkumpulan orang Alor sendiri sudah terbentuk sejak tahun 1989, dan selama ini telah menjadi wadah silaturahmi sesama warga Alor di Batam.  

“Sebagai bukti sejarah, adanya orangtua kita dari Alor yang dimakamkan di makam pahlawan di Batam,” ujar Sarimin. Sesuai dengan tujuan awalnya, kata Sarimin, kehadiran isteri Bupati Alor diharapkan bisa lebih mempererat tali silaturahmi antar warga Alor yang ada di Batam kedepan. (r/ays)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar