Batam

Penerimaan CPNS Rawan Nepotisme

BATAM (HK) - Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat Kota Batam agar bersifat profesional dan akuntabel dalam penerimaan CPNS, pasca pembukaan besar-besaran oleh Kemen PAN-RB.

Sebelumnya Pemko Batam mengajukan 500 kuota CPNS kepada Pemerintahan Pusat untuk formasi tenaga pengajar dan tenaga kesehatan. Saat ini jumlah disetujui belum diputuskan oleh Kemen PAN-RB.

"Penerimaan CPNS harus diawasi oleh masyarakat, karena syarat akan nepotisme apalagi sekarang tahun politik. Perlu ada pengawasan agar semua sesuai prosedur dan mutu yang dihasilkan sesuai harapan," katanya, Rabu (12/9).

Musofa menjelaskan jangan sampai penerimaan CPNS khusus untuk Kota Batam dijadikan ajang oleh oknum untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan mengorbankan masyarakat."Tujuan awal bagaimana merekrut CPNS berkualitas. Apalagi sekarang formasi di tenaga kesehatan dan pendidikan kurang," sampainya.

Selain itu, ia menyarankan kepada Pemko Batam agar memprioritaskan penerimaan CPNS kepada tenaga P2K atau honorer, pasalnya mereka telah mengabdi alalagi dengan rentang waktu 5 tahun keatas. kendati demikian tetap harus melalui seleksi secara ketat untuk mendapatkan kandidat yang berkualitas.

"Tetapi tetap harus melewati prosedur sesuai aturan berlaku," katanya.

Ditempat sama, anggota DPRD Kota Batam lainnya Budi Mardianto juga mengungkapkan hal senada, dirinya meminta Pemko Batam memikirkan nasib tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi dalam bekerja. Sehingga mereka harus diberi kepastian

"Honor juga harus diberikan kepastian, karena mereka juga memiliki masa depan," ucapnya. (cw56)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar