Mengabdi untuk Negeri

Ipda Moh Fajri Firmansyah, S.Tr.K, Kanit I Reskrim Polres Bintan

Ipda Moh Fajri Firmansyah, S.Tr.K, Kanit I Reskrim Polres Bintan.

Menjadi anggota Polri tentu menjadi dambaan sebagian besar pemuda Indonesia. Namun, untuk bergabung di Korps Bhayangkara, tidaklah mudah.

Proses seleksi yang begitu ketat, membuat hanya orang pilihan yang bisa lolos. Apalagi, untuk bisa lulus akademi kepolisian (Akpol). Tidak hanya baik secara fisik dan mental, secara akademik harus di atas rata-rata. Hal inilah yang dirasakan, Ipda Moh Fajri Firmansyah, S.Tr.K. Lulusan Akpol 2017 itu mengaku, setelah lulus dan resmi bergabung menjadi anggota Polri, satu tujuan yang ia tambatkan dalam hati. Mengabdi untuk negeri.

Pria kelahiran Purworejo 11 Januari 1996 silam ini berpedoman bahwasanya belajar adalah suatu hal yang senantiasa dijalani setiap manusia sepanjang kehidupannya. Tidak akan tercapai tujuan dan cita-cita seseorang apabila malas belajar dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Untuk menjalankan tugas dan kewajiban sebagai seorang anggota Polri di tengah pertumbuhan dewasa saat ini tidaklah mudah. Fajri mencontohkan suatu hal biasa yang sering terjadi seperti melihat orang marah dan tidak terima ketika ditilang atau pun ditangkap oleh polisi.

Menurutnya, ini menjadi tantangan yang harus dihadapi dan harus semakin teliti dalam bertindak dan siap menghadapi perubahan yang terjadi.

"Ketika polisi mengatakan seseorang salah atau melanggar, masyarakat bukan langsung mengakui kesalahan tetapi mencari celah dimana polisi melakukan kesalahan. Inilah yang membuat kita harus semakin siap dan teliti dalam bertindak," kata Fajri.

Untuk menjadi seorang polisi yang pintar, kuncinya harus senantiasa belajar. Maka dari itu tidak ada kata malu untuk belajar dari semua orang yang jauh lebih berpengalaman. Buku baginya merupakan jendela dunia. "Tetapi pengalaman adalah guru yang terbaik. Adalah sebuah tantangan ketika kita mau untuk belajar dari orang lain, karena kita cenderung merasa diri kita menjadi rendah dari orang itu," ucapnya.

Ia membeberkan, ketika kita dapat melawan perasaan tersebut,, maka akan banyak ilmu yang kita dapat dari orang yang ada di sekeliling kita. Hal tersebut menurut Fajri, menjadi pendukung dalam menentukan keputusan apa yang akan diambil ketika berhadapan dengan masalah yang baru pertama kali dihadapi.

Baginya, ilmu dan pengalaman orang lain akan membuat wawasan kita semakin terbuka dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih hebat. Apa yang ia katakan dibuktikan dengan kinerjanya sebagai Kanit I Tipidum Satreskrim Polres Bintan.

Beberapa tindak pidana yang terjadi di Kabupaten Bintan telah berhasil dituntaskan berkat kemauannya untuk belajar dan menyerap ilmu dari orang yang ada di sekelilingnya.

Misalnya kasus penyelundupan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terjadi di Pantai Berakit, kasus pembegalan yang terjadi di Simpang Gesek, Kecamatan Toapaya, dan terakhir adalah kasus penjualan 139 jerigen minuman alkohol jenis tuak yang akan dikirim ke Batam.

Berkat prestasi tersebut, kini ia pun dipercaya untuk menjabat sebagai Panit 1 Unit Reskrim Polsek Bintan Timur Polres Bintan.

Ia mengatakan bahwa akan terus melangkah ke depan dan selalu belajar menjadi anggota Polri yang PROMOTER (Profesional, Modern, dan Terpercaya). "Setiap kita sudah memilih, maka jalanilah dengan baik karena sukses dan kegagalan adalah tentang bagaimana kita teguh terhadap pilihan yang kita ambil," pesannya.(oxy)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar