Pada Penerimaan CPNS 2018

PGRI: Prioritaskan Guru Honorer

TANJUNGPINANG (HK)- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kepri menyambut baik telah dibukanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terkhusus bagi guru atau tenaga pendidik. PGRI juga berharap agar guru-guru honorer yang pengabdiannya sudah lama bisa mendapatkan perhatian khusus (prioritas).

"Saya berharap pemerintah dapat memprioritaskan guru honorer yang sudah lama mengabdi dalam penerimaan CPNS 2018. Sangat perlu bagi kita mengahrgai pengabdian guru honorer yang ikhlas mengajar hingga belasan tahun. Jadi tidak sia-sia pengabdian mereka selama ini," ungkap Ketua PGRI Provinsi Kepri, HZ Dadang AG, Kamis (13/9).

Dikatakannya, tantangan dalam dunia pendidikan yang semakin kompleks, menuntut guru harus meningkatkan kualitas diri. Kendati demikian, bukan berarti guru-guru honorer yang sudah lama mengabdi kurang diperhatikan. Guru hororer mempunyai nilai tambah yakni pengalaman dari yang baru dan langsung mengikuti tes CPNS.

"Sebaiknya guru honorer yang ikut dalam penerimaan CPNS ini, diberikan semacam nilai poin. Misalnya poinnya 0,5 atau berapa untuk yang masa kerjanya 0-5 tahun, begitu seterusnya. Jadi pada saat dia tes ada tambahan poin dari masa kerja honorer itu. Kita jadi prihatin ketika guru honorer yang udah 20 tahun, ikut tes tau-tau tidak lulus," jelas Dadang yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang.

Sejauh ini, pihaknya dan daerah lain telah menyampaikan hal tersebut kepada KemenPAN-RB untuk mengakomodir guru honorer, tetapi belum ada tanggapan. Dadang juga menegaskan, bahwa guru-guru honorer ini adalah 'Pahlawan Pendidikan'.

"Guru honorer yang tersebar di Kepri diperkirakan kurang lebih 2 ribu. Dan guru honorer tersebut jauh dari kata sejahtera, karena gaji yang diterima guru honorer sangat memprihatin. Bahkan kita temui masih ada guru honor yang menerima gaji dibawah Rp500 Ribu per bulan yang masih jauh dari kata sejahtera," ujar Dadang.

Selain itu, lanjut Dadang, yang menjadi masalah lainnya adalah batas usia maksimal yang bisa diangkat menjadi CPNS. Di dalam UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) ditetapkan batas usia maksimal adalah 35 tahun.

Khusus di Provinsi Kepri batas usia juga menjadi penghambat guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun untuk diangkat jadi CPNS. Masalah tersebut, diakui bukan hanya di Provinsi Kepri namun juga terjadi di daerah-daerah lain yang hingga saat ini masih mengalami kekurangan tenaga pendidik. Namun PGRI telah meminta diberikan dispensasi.

"Tapi kalau batas usia kita sudah kasi solusi ke Menteri. Ok lah ada aturan usia maksimal 36 tahun untuk PNS. Sekarang bagaimana mengakomodir itu, kan masih ada P3K (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja), yang penting kawan-kawan honorer di akomodir," pungkasnya.(rco)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar