Ganggu Ketentraman Masyarakat Setempat

11 Anak Funk Digaruk Satpol PP

BATAM (HK) -- Sebanyak 11 orang anak funk yang sering nongkrong di Tiban III, Sekupang, diamankan dan digelandang ke Mako Satpol PP di Sagulung, Kamis (13/9) sekitar pukul 11.30 WIB siang.

Ke 11 anak funk digelandangan karena Satpol PP banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa keberadaan mereka sudah mengganggu ketentraman warga sekitar. Terlebih sebelumnya aksi anak funk ini memukul salah satu pemuda yang hendak membawa pulang saudaranya yang tergabung di kelompok mereka. Dari lokasi pihak Satpol PP mengamankan benda sajam dan beberapa botol minuman.

Menariknya lagi, dari 11 anak funk tersebut, 5 orang diantaranya adalah perempuan yakni MA, ML, MA, dan Pt serta Mn. Sedangkan ke 6 orang lagi laki-laki yakni Kh, Dy, MW, Yo dan Ba. Dan mereka satu sama lain saling berpacaran.

"Awalnya ada pemuda datang untuk mengajak adiknya pulang. Karena tak mau pulang, abangnya terus memaksa dan memukul adek  perempuannya. Kami kemudian ramai-ramai berdiri dan memukul kembali abang itu," kata Kohir, salah seorang anak Funk, di mako Satpol PP Batam.

Namun demikian, saat ditanya keberadaan celurit yang digunakan dalam aksi pengeroyokan itu, mereka mengelak dan mengaku tak tahu menahu. Pasalnya sajam itu sudah ada disana. "Itu bukan punya kami pak, dan tak tahu punya siapa itu," ujarnya.

Dari penelurusan, ke 11 anak funk tersebut rata-rata berasal dari keluarga bermasalah "broken home" yang menyebabkan mereka nekat kabur dari rumah.

"Kami hanya duduk-duduk saja om. Kalo untuk makan kami hanya mengamen dan tukang parkir, ada juga yang ngelap-ngelap kaca mobil di persimpangan. Kalo untuk tidurnya, kami di emperan saja," katanya Manda, yang tak sempat tamat dari salah satu SMP di Tiban.

Sementara, Alex Wahyudi, koordinator petugas tindak Internal (PTI) Satpol PP Batam mengatakan, bahwa mereka itu diamanka atas laporan masyarakat Tiban, dikarenakan sangat menggangu ketertiban umum.

Dimana sebelumnya, lanjutnya Alex, mereka melakukan tindakan kriminal dengan mengeroyok warga Tiban. Menanggapi hal itu, pihaknya langsung turun kelokasi dan mengamankan ke 11 anak funk itu lokasi Taman Gajah Mada, Sekupang.

"Mereka ini diamankan atas laporan warga. Karena dinilai sudah sangat menggangu ketentraman masyarakat. Jadi kita pun langsung bergerak mengamankan mereka dan didapati di taman Gajah Mada, Sekupang," katanya.

Pada saat mengamankan mereka, Satpol PP mendapati ada celurit dan beberapa botol minuman dari lokasi. Namun mereka tak mengakui kalau sajam tersebut bukan milik mereka. "Saat mereka kita amankan kita temukan sajam berupa celurit dan beberapa botol minuman. Namun mereka tak mengakui bahwa sajam bukan milik mereka," katanya.

Masih kata Alex, setelah dilakukan BAP, anak funk ini akan diserahkan ke Dinsos Batam. Untuk dilakukan pembinaan oleh Dinsos. Sebab ketika ditanya bahwa tempat tinggal mereka tak ada alias gelandangan. Kita juga akan menghubungi bila masih ada keluarganya di Batam.

"Setelah BAP, kita akan kirim mereka ke Dinsos Batam. Biarlah pihak Dinsos yang membina mereka disana. Namun apabila masih ada keluarganya di Batam, kita akan buat surat pernyataan supaya tak mengulangi lagi," tegasnya. (ded)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar