Menjelang Masa Kampanye

KPID: Hindari Isu Sara

BATAM (HK) - Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Ahmadi mengimbau kepada lembaga penyiaran lokal di Kepri agar  menghindari isu sara di masa-masa kampanye Pilkada maupun Pilpres 2019. Hal tersebut untuk mensukseskan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang pertama kali digelar serentak.

Imbauan itu disampaikan langsung oleh Ahmadi ke awak media, Rabu (12/9) disela-sela menghadiri ulang tahun Radio Republik Indonesia (RRI) ke 73.

Dikatakan, Ahmadi, di seluruh provinsi Kepri terdapat 120 lembaga penyiaran. Termasuk radio dan televisi lokal di Kepri. Jumlah tersebut tersebar di 6 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri. "Tidak lama lagi masa kampanye, kita mengimbau agar lemabaga penyiaran untuk menghindari isu sara," imbaunya.

Dikatakan, isu-isu Sara sangat rentan dalam masa kampanye. Maka sesuai UU nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, isu siaran yang dilarang yakni mempertentangkan suku, agama, ras, dan antar golongan.

Maka, jika ada laporan salah satu lembaga penyiaran yang menyiarkan isu sara, kata Ahmadi, KPID berhak memberikan sanksi. "Sejauh ini memang belum ada. Namun jika ada laporan ke KPID. Kita berhak memberikan sanksi," ujarnya.

Sebagai fungsi KPID, Ahmadi mengatakan sebagai lembaga negara independent, juga menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak, merata dan seimbang.

Menurut Ahmadi, pada masa kampanye Pilpres 2019, karena hanya ada dua pasangan calon presiden, misalnya hanya berpihak pada satu calon saja, tentu hal tersebut tidak berimbang. "Kita imbau juga agar penyiaran yang berimbang," pungkasnya. (put)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar