Melalui Investasi Permodalan

Akseleran Ajak Masyarakat Bantu UKM

BATAM (HK) - PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia, sebagai salah satu perusahaan penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman (peer to peer lending), mengajak masyarakat Batam bisa bersama-sama membantu Usaha Kecil Menengah (UKM).

Sebagaimana sistem kerjanya, pemberi pinjaman (investor) dan penerima pinjaman melakukan perjanjian pinjam meminjam melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet. Demikian dijelaskan oleh Head of Public and Goverment Relation PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia, Rimba Laut, Kamis (13/9), ke awak media di bilangan Batam Centre.  

"Akselaran sifatnya peer to peer lending, sifatnya prantara yang mempertemukan peminjam dengan pemberi pinjaman melalui jaringan internet," ungkap Rimba Laut.

Namun demikian, untuk mengetahui lebih banyak terkait perusahaan tersebut, Rimba Laut mengajak masyarakat untuk bisa hadir langsung dalam acara sosialisasi acara OJK Fintech Days, Jumat (14/9) dan Sabtu (15/9) di Mal Nagoya Hill.

Sebab menurutnya, kegiatan yang digagas oleh OJK tersebut merupakan momentum emas bagi Akseleran untuk bisa bersosialisasi dengan masyarakat Batam, dan juga sebagai ajang memperkenalkan investasi yang ditawarkan ke masyarakat.  

"Dua pilar utama yakni sebagai penghubung pemberi jaminan atau dinamakan lander atau investor dengan si peminjam atau blower pelaku UKM," jelasnya.

Untuk saat ini, ujar Rimba, aplikasi akseleran dapat diunduh andoroid melalui playstore. Dan setiap investor bisa investasi dari Rp100 ribu hingga angka yang tak terhingga, dan akan mendapatkan sistem pembagian keuntungan sebesar 18 sampai 21 persen pertahunnya.

Sementara bagi pelaku usaha, mereka bisa mengajukan pinjaman ke Akseleran minimal Rp 75 juta dan maksimal Rp2 miliar.

"Akseleran ini tidak main di ranah yang pinjaman mikro ke bawah, tapi kami berikan ke UKM yang tingkat menengah ke atas. Karena karakteristik dari Akseleran sendiri memberikan businnes loan untuk menaikkan level UKM yang semakin produktif," terangnya.

Sehingga pinjaman yang diberikan Akseleran, bukan untuk pinjaman  yang konsumtif. Karena kalau dilihat dari data OJK, saat ini sudah terdaftar dan diawasi OJK jumlah fintech landing per Agustus tahun ini sudah mencapai sebanyak 67.

"Namun yang murni peer to peer landing sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan OJK, per 30 Desember 2016 yakni tentang peraturan OJK Nomor 77, sebenarnya itu merupakan peer to peer landing. Ternyata dari jumlah semuanya tersebut, hanya sekitar 10 sampai 15 persen saja yang benar-benar murni peer to peer landing," terangnya. (r/ays)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar