Temukan Sejumlah Bukti Baru

Polda Rekonstruksi Ulang Kasus Cyntia

Wadirkrimum Polda Kepri, AKBP Ari Darmanto didampingi sejumlah penyidik melakukan rekontruksi di TKP dekat Hotel Vista.

BATAM (HK)- Polda Kepri melalui Dirkrimum dan Polresta Barelang melakukan rekonstruksi ulang di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kematian Tri Cintya Prasetia atau yang akrap disapa Cyntia di kawasan Hotel Vista Batam, Kamis (13/9). Konstruksi ulang para penyidik ini untuk melengkapi fakta-fakta yang sebelumnya belum terungkap.

Wadirkrimum Polda Kepri, AKBP Ari Darmanto mengatakan, rekontruksi tersebut karena mereka menemukan beberapa fakta baru. Dimana pihaknya menemukan ada pola kejahatan yang sama dari rentetan kasus yang terjadi di 2015 tersebut.

"Petunjuk baru yang didapatkan oleh Polisi ini sangatlah signifikan. Maka dari itu, perlunya polisi melakukan olah TKP ulang untuk menyamakan persepsi ataupun mematahkan alibi terduga pelaku pembunuhan sadis tersebut," ujarnya.

Rekontruksi ulang tersebut, selain untuk menguatkan fakta baru, juga menjawab pertanyaan masyarakat bahwa selama ini penyidik terus bekerja mengungkap kasus tersebut. "Namun bukan berarti kita bisa langasung mengarah ke orangnya. Kedatangan kita kesini untuk menguatkan kembali fakta baru itu," terangnya.

Selain mendatangi lokasi penemuan mayat Cyntia, kata AKBP Ari, Polisi juga mendatangi lokasi penemuan mayat Dian Milinia  di kawasan Sei Ladi. Kawasan tersebut tidak jauh dari penemuan mayat Cyntia. "Kalau kasus Dian kan sudah selesai, tetapi kita juga datang kesana untuk melengkapi fakta. Setelah ini kita langsung ke sana," ujarnya.

Sebagaimana dilansir dari berbagai media, tiga kasus kematian tersebut yakni Dian Milenia Trisna Afiefa (Nia), Siswi SMA Negeri 1 Batam kelas-X, akhirnya berhasil diungkap petugas. Dengan menangkap Wardiaman Z (26) warga Taman Pesona Indah (TPI) Blok D3 No.11, Batuaji.

Dalam meringkus Wardiaman, polisi terkesan sangat berhati-hati, praktis membutuhkan waktu 33 hari untuk menetapkan Wardiaman sebagai tersangka utama. Bahkan sebelumnya tersangka pernah diamankan petugas, namun karena minimnya alat bukti, akhirnya ia dilepas kembali.

Sebelum Wardiaman diringkus petugas, secara berturut-turut di Batam terjadi pembunuhan berantai yang menimpa gadis- gadis muda. Para korban terdiri atas Dwi Juli Anggi (18), Tri Chintya Prasetya (17) dan terakhir Dian Milenia Trisna Afief (16).

Modus pembunuhan serta polanya nyaris sama, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa pelakunya merupakan orang yang sama. Mungkinkah Wardiaman adalah pelakunya? Sampai sekarang polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap dirinya.(r/put)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar