Dalam Rangka Sukseskan Program Keluarga Berencana

Samakan Persepsi, BKKBN Gelar Workshop

Direktur perencanaan pengendalian penduduk BKKBN Pusat, Benny Benu memberikan pengarahan sekaligus membuka workshop regional I, di Hotel Horison Seraya Atas.

BATAM - Dalam upaya menyamakan persepsi dalam merealisasikan program kependudukan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar workshop yang dihadiri oleh 116 peserta dari 85 kabupaten dan kota se-Indonesia,

"Program Kependudukan dan KB ini sangat baru, Maka harus disamakan persepsi untuk mengetahui lingkup tanggungjawabnya masing-masing," ujar Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat, Benny Benu, Rabu (13/9), diacara Workshop di Hotel King Horizon, Seraya Atas.  

Dijelaskan, bahwa setiap daerah memiliki tantangan tersendiri dalam menjalankan tugas kependudukan. Seperti halnya Kepri yang merupakan wilayah kepulauan yang luas, tentu akses penjangkauan menjadi tantangan tersendiri. "Disisi lain, keterbatasan SDM, dukungan APBDnya terbatas, dan infrastruktur kelembagaan. Merupakan kendala yang dihadapi oleh setiap daerah," terangnya.  

Padahal, disisi lain sebagaimana diamanatkan di UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, urusan Kependudukan dan KB merupakan urusan wajib non pelayanan dasar. Urusan ini bersifat konkuren, yang artinya harus dibagi kewenangannya antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

"Ada pembagian tugas, karenanya apapun kendalanya wajib dijalankan," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris BKKBN Kepri Saifuddin menambahkan, di Kepri ada kurang lebih 2.400 pulau yang harus dicover BKKBN Kepri, dan ini menjadi tantangan tersendiri.  

Sebagaimana diketahui bersama, lanjutnya, jarak yang terbelah lautan dan sulit diakses, sedikit menyulitkan. Akan tetapi, BKKBN terus berupaya mencari terobosan dalam menciptakan keluarga ideal. "Kita kemarin bersama Sekda Kepri meluncurkan program Puspa Gatra. Ini merupakan terobosan untuk memberikan pelayanan, konsultasi, dan mengetahui tempat BKKBN untuk mendapat akses pelayanan," jelasnya.

Selain itu, masih dalam penciptaan KS, banyak pembinaan yang dilakukan BKKBN, yang bekerjasama dengan kecamatan di Kabupaten dan Kota se-Kepri. "Kita banyak bentuk kelompok bina warga, balita, remaja, sampai lansia. Itu untuk menata keluarganya," jelasnya.

Selain itu, ada juga kerjasama dengan pihak lain, untuk mencari modal demi menjalankan ekonomi warga. "Dalam waktu dekat, kita akan bekerjasama dengan Bank Riau Kepri, untuk mencari modal. Kita berharap, Kepri akan menuju keluarga ideal," ujarnya.

Yang juga disorot BKKBN Kepri, yakni belum adanya perbedaan sisi anggaran semua daerah. Semua disamakan, sedangkan akses setiap daerah berbeda-beda. "Mudah-mudahan pemerintah akan memikirkan bagaimana pola penggarapan wilayah sulit," ujarnya. (r/del)




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar