BI Sosialisasikan Berlakukan Aturan Batasan Membawa Uang Kertas Asing

Tak Boleh Bawa Uang Asing Diatas Rp1 M

Foto bersama Kepala BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra dengan Narasumber dan kalangan perbankan di Kepri.

BATAM (HK) - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Rizal Eka Putra mengatakan bahwa batas maksimal orang membawa uang kertas asing tidak boleh melebih dari Rp1 miliar setelah dikurskan ke rupiah.  

Demikian disampaikan Gusti Rizal dalam acara sosialisasi Peraturan Bank Indonesia mengenai ketentuan pembawaan Uang Kertas Asing (UKA) kedalam dan keluar daerah pabean Indonesia, Kamis (13/9), yang digelar oleh BI Perwakilan Kepri.  

Acara yang berlangsung di lantai 3 gedung serbaguna Bank Indonesia itu menghadirkan kalangan perbankan di Kepri, pengusaha money changer, Assosiasi Pedagang Valuta Asing, Pengelola Kawasan Industri, Bea Cukai Batam, Pengelola Bandara Hang Nadim dan lain sebagainya.

Dijelaskan, bahwa pemberlakuan peraturan pembawaan Uang Kertas Asing (UKA) mulai berlaku efektif sejak tanggal 4 Juni 2018, namun pengenaan sanksi mulai diterapkan sejak tanggal 3 September lalu. Gusti mengatakan, peraturan ini diberlakukan bukan untuk mempersulit pelaku usaha, melainkan peraturan ini dibuat hanya untuk menertibkan pencatatan administrasi data uang yang masuk ataupun keluar dari negara kita ini.

Gusti menganjurkan kepada para pelaku usaha, agar segera mengurus perizinan di Bank Indonesia, supaya tidak mendapatkan sanksi. "Saat ini baru dua perusahaan saja yang sudah mengurus perizinannya, yakni PT. Citra Niaga Valasindo dan PT. Niaga Lestari," katanya

Dalam pelaksanaannya, Gusti menyebutkan pengawasan pembawaan UKA dan pengenaan sanksi denda didaerah pabean, akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. "Sanksi yang dikenakan adalah denda sebesar 10% dari seluruh UKA yang dibawa, atau maksimal Rp 300 juta," ujarnya.

Turut hadir dalam acara sosialisasi ini adalah, Direktur Departemen Pengelolaan Devisa, Anastuty Kusumawardani, Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Fillar Marindra, Pengawas Senior Dep. Surveilans Sistem Keuangan, Miftah Fauzi, Direktur TPPU BNN Pusat, Bahagia Dachi. Dan ketua umum Assosiasi Pedagang Valuta Asing, Dato' Amat Tantoso.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab peserta dengan narasumber dan penyerahan cinderamata kepada  perwakilan BNN Pusat, Bahagia Dachi. (cw62)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar