Tajuk

Harus Ada Upaya yang Lebih Keras

Di tengah upaya menaikan pertumbuhan ekonomi Batam, ada informasi yang mengagetkan, yakni tutupnya sejumlah perusahaan di kawasan industri. Perusahaan yang tutup tersebut adalah PT Hantong Precesion Manufaturing di kawasan Batu Ampar, PT Xenon yang berada di Batamindo, Muka Kuning, serta PT Nagano Drilube Indonesia. (haluankepri, kamis, 13/9).

Tutupnya perusahaan itu ditengarai sepinya orderan saat ini. Dampaknya, seluruh karyawan perusahaan tersebut dirumahkan. Selain tutupnya perusahaan tersebut, ada satu hotel di kawasan Nagoya, secara resmi juga menghentikan operasionalnya. Padahal, hotel tersebut merupakan salah satu hotel paling lama di Batam. Tutupnya hotel yang cukup familiar di kalangan wisatawan itu, disinyalir akibat menjamurnya hotel-hotel baru di Batam.

Fakta ini memberi gambaran ternyata kondisi ekonomi saat sekarang belum dapat membuat para investor mampu melanjutkan usaha. Malah kondisi sebaliknya terjadi. Hal ini juga memberi gambaran, upaya untuk menaikan pertumbuhan ekonomi daerah ini harus dilakukan lebih kuat lagi.

Saat ini, berbagai upaya untuk menaikan pertumbuhan ekonomi Batam dan Kepri tengah gencar dilakukan. Sebut saja, ada puluhan program pariwisata, ada insentif dan kemudahan pada calon investor, ada kebijakan-kebijakan khusus, dan lain sebagainya.

Tapi yang jadi pertanyaan, apakah semua program itu serta merta akan langsung memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi dalam waktu singkat? Mungkin sepakat dijawab, "belum". Sebab apa? Butuh waktu untuk memetik hasil. Butuh energi untuk kembali menumbuhkan kepercayaan investor. Batam bukan satu-satu kawasan industri di kawasan Asia Tenggara ini. Banyak juga kawasan industri lainnya yang serupa. Kawasan-kawasan itu tentu juga mengeluarkan program dan kebijakan untuk menarik minat investor menanamkan modalnya. Mereka juga melakukan apa yang dilakukan Batam sekarang.

Sekarang disadari, untuk meraih apa yang pernah didapatkan pada era 90-an s.d 2000-an, tentu tidak mudah. Harus ada usaha yang lebih keras. Harus ada usaha yang lebih maksimal. Atau mungkin melakukan hal-hal yang "gila" untuk bisa menggaet investor. Tidak hanya itu, kesamaan visi di seluruh pihak juga perlu. Dalam arti sederhana, Batam ini milik seluruh masyarakat. Jadi, seluruhnya punya peran untuk menjaga dan meningkatkan produktifitas Batam. Caranya? Sesuai dengan fungsi masing-masing. Kini, tidak ada cara lain selain usaha yang lebih maksimal untuk majukan kota ini. ***




[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar