Tanjung Pinang

Heboh, Ritual Minum Darah di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (HK)- Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Muhammad Faizal, menyampaikan, masalah anak di Tanjungpinang (Tpi) sangat kompleks. Banyak ditemukan komunitas anak yang cendrung berperilaku negatif. Diantaranya, pihaknya menemukan ada komunitas anak atau geng remaja yang namanya 'Cucuk Darah', dengan ritual meminum darah.

" Kami menemukan komunitas yang bernama Cucuk Darah. Perkumpulan ini merupakan komunitas solidaritas yang diusung oleh remaja umur 14-20 tahun. Adapun jika mau masuk komunitas ini, ritualnya mereka harus mencucuk atau menusuk jarum ke jari atau tangan, nanti darahnya mereka minum. Makanya namanya Cucuk Darah mungkin," ujar Faizal, Kamis (13/9) di Tanjungpinang.

Dikatakan Faisal, sejauh ini pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap komunitas Cucuk Darah ini. Karena jika ditelisik dari informasi yang mereka peroleh, komunitas ini cendrung menyimpang dan cukup meresahkan. Bahkan katanya, dikhawatirkan dapat menjadi komunitas yang menyeret para pelajar atau generasi muda di Tanjungpinang berprilaku negatif.

Lebih jauh diungkapkan Faisal, para remaja yang tergabung dalam komunitas Cucuk Darah ini, seringkali menggunakan warung internet (warnet) sebagai tempat berkumpul. Bahkan mereka berkumpul sampai tengah malah dan tidak jarang di antara mereka masih ada yang menggunakan seragam sekolah.

Menyikapi hal ini, Faisal mengimbau kepada pihak terkait agar memberikan perhatian serta mewaspadai fenomena yang terjadi pada kalangan remaja di Kota Tanjungpinang. Disamping itu, peran orangtua, pemerintah, tokoh masyarakat serta pemuka agama juga sangat menetukan.

"Kami menghimbau kepada kepada para orang tua, agar tidak memberikan izin keluar rumah kepada anak pada malam hari. Orangtua harus aktif mengawasi dan membatasi pergaulan maupun prilaku anak dengan memberikan batasan waktu bagi anak untuk belajar, bermain serta bersosialisasi dalam lingkungannya secara positif dan bertanggungjawab," pinta Faisal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, membenarkan bahwa saat ini pihaknya menemukan sejumlah komunitas remaja atau anak usia sekolah yang keberadaannya meresahkan.

Selain komunitas Cucuk darah, pihaknya juga menemukan komunitas remaja lainnya dan saat ini keberadaannya dalam pantauan pihaknya. Komunitas tersebut diantaranya Bendera Hitam dan Cucu Mbah.

Sejauh ini kata Ahmad Yani, kedua komunitas ini belum terpantau secara signifikan melakukan tindakan negatif, namun mereka seringkali berkumpul sampai tengah malam pada sejumlah kawasan di Kota Tanjungpinang. "Pengakuan remaja komunitas Bendera Hitam dan Cucu Mbah, mereka tidak melakukan hal yang negatif. Namun tetap kita pantau, karena mereka kerap kumpul-kumpul hingga dinihari," ungkap Yani.

Namun demikian diungkapkan Yani, saat ini pihaknya tengah menangani kasus kenakalan remaja, melibatkan Komunitas Cucu Mbah, yakni dugaan perbuatan asusila pada salah satu warnet di Tanjungpinang dengan masih berseragam sekolah sampai tengah  malam.

Yani menambahkan, sejauh ini pihaknya telah mendata, bahwa sampai dengan Agustus 2018, terdapat 43 kasus kenakalan remaja. Terdiri dari 26 orang merupakan korban dan 17 orang merupakan pelaku. Untuk kasus anak sebagai pelaku, diantaranya tindakan pelecehan seksual, kekerasan serta pencurian.

Sedangkan di tahun 2017 lalu, terdata 74 kasus terhadap anak-anak, diantaranya 54 orang sebagai korban dan 20 orang sebagai pelaku. Tindakan yang dilakukan para remaja tersebut dominan berupa pencurian.(rco)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar