Tragedi Avanza Maut di Terowongan Pelita

Polisi Temukan Fakta Baru

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki (tengah) tengah memberikan memberikan keterangan pers terkait fakta-fakta terbaru di tragedi avanza maut di dekat terowongan Pelita.

BATAM (HK) - Terkait Laka tunggal mobil avanza hitam dengan nopol BP 1710 GG yang dikemudikan oleh ES, yang menewaskan lima orang dan satu orang sekarat, tim penyidik Satlantas Polresta Barelang mendapatkan petunjuk baru.

Dari sejumlah barang bukti yang diamankan dari laka tunggal tersebut, satu kendaraan mobil avanza dan 12 velg mobil erat hubungannya dengan adanya laporan polisi, yang dilaporkan di Polsek Batu Ampar atas nama pelapor Silman Situmeang.

"Saudara Silman Situmeang, melaporkan kejadian ruko atau kiosnya ini beberapa velg-nya hilang. Satu hari setelah kejadian hari Sabtu (29/9) itu, dia mengetahui melalui facebook bahwa terjadi kecelakaan lalu lintas, sekitar pukul 01.30 WIB," ungkap Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki ke awak media.  

Dari berita itu, karena dia sempat membuka kios dipagi harinya, dia langsung menjumpai penyidik laka lantas, melihat barang bukti yang kita amankan selain kendaraan. "Dan betul, dia mengatakan velgnya yang hilang, sebagaimana laporannya di Polsek Batu Ampar," ujarnya.  

Oleh karenanya terhadap kasus ini selain, selain menyebabkan meninggal dunia, maka dijerat juga denga KUHP tentang kasus pencurian 363 KUHP. "Sambil berjalan khususnya adalah keterlibatan tersangka lain. Kita masih dalam menunggu proses penyidikan. Karena yang bersangkutan masih sakit," terangnya.

Dari barang bukti yang diamankan dan ada petunjuk di sana, salah satu penumpang baru bebas tertanggal 20 September kurang lebih sembilan hari kejadian tersebut atas nama CP dari LP Tanjungpinang.

"Karena dijumpai di dalam kantongnya, ada surat bebas dari LP Tanjungpinang. Kasus pencurian 363. Dari barang bukti tersebut, nyambung dengan ada yang merasa kecurian, ada yang mengaku atas nama Silman Situmeang yang membuat laporan Polisi yang kasus pidananya masih di proses oleh reskrim Polsek Batu Ampar," ujarnya.

Maka Kombes Pol Hengki tidak menampik, kelima jenazah tersebut adalah komplotan maling yang naas. Namun sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karena lima orang sudah tewas, maka perkara tersebut akan di SP3-kan. "Sedangkan kalau yang ada yang hidup akan ditindak sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.(put)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar