Nasional

Pemerintah Buka Lowongan 112 Ribu Guru Usai CPNS

Jakarta (HK) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal membuka lowongan sebanyak 112.000 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mengisi kekurangan tenaga pendidik, baik di sekolah umum maupun sekolah keagamaan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah siap membuka lowongan untuk guru PPPK setelah proses seleksi CPNS 2018 rampung. "Mekanisme ini sudah umum di luar negeri dan kita sedang mempertimbangkan bagi jabatan-jabatan fungsional tertentu seperti guru akan kita berlakukan PPPK," katanya di Jakarta beberapa hari lalu.

Pemerintah saat ini merekrut sebanyak 238.015 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Muhadjir menuturkan dalam penerimaan CPNS, pemerintah menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dia berharap dapat memudahkan pelaksanaan seleksi "computer assisted test" (CAT) yang dipersyaratkan dalam seleksi sesuai standar BKN.

Kerja sama ini dilakukan dalam rangka lebih mendekatkan peserta dengan lokasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di beberapa kabupaten/kota. Sehingga dapat memudahkan dan meringankan beban peserta, khususnya pembiayaan terkait transportasi.

Muhadjir menyampaikan bahwa saat ini hampir tidak ada kabupaten/kota di Indonesia yang tidak terjangkau jaringan Kemendikbud.

Selain jaringan, Kemendikbud ikut menyediakan soal-soal yang digunakan untuk seleksi. "Tinggal nanti ada modifikasi saja. Selama ini kan dipakai untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer, kemudian nanti dipakai untuk tes CPNS," kata dia.

5 Juta Pendaftar
Sementara itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin memprediksi pendaftar CPNS 2018 bisa mencapai 5 juta orang. Angka tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya 2,2 juta orang.

"Dari awal saya katakan melibatkan kepolisian untuk mengamankan, mengawasi, dan membantu networking. karena keberhasilan polri 3 tahun terakhir tentang rekrutmen diapresiasi masyarakat," kata Syafruddin beberapa hari lalu.

Pengamanan yang paling disoroti Syafruddin ialah soal joki CPNS. Dia menjamin seluruh sistem yang diterapkan sudah aman, namun tetap membutuhkan tambahan pengamanan dari kepolisian. Syafruddin menjamin transparansi pendaftaran hingga perekrutan dapat diakses oleh masyarakat. Untuk menghindari konflik, nantinya nilai para peserta dan nilai standar kompetensi akan dipaparkan.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan akan mengerahkan timnya untuk mengamankan proses perekrutan CPNS. Terutama kemungkinan kecurangan yang dapat terjadi. "Agar proses rekrutmen itu bisa bersih, transparan, calo-calo kita sikat nanti," kata dia.

Selain itu, Tito akan memampang orang-orang yang berani mencoba menjadi calo dan joki tes CPNS. Tito pun mengerahkan jajarannya untuk mengamankan proses perekrutan CPNS.

Dari 5 juta orang yang diperkirakan berminat mengikuti CPNS, kursi yang disediakan pemerintah hanya 238.015. Karena itu pengamanan pasca pendaftaran CPNS juga dibutuhkan.

Untuk mengantisipasi lonjakan pendaftaran online CPNS, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Bima Haria Wibisana, telah meningkatkan bandwidth situs Kependudukan dan Catatan Sipil sebanyak 10 megabyte per detik. "Sebelumnya hanya 2 megabyte per detik," tutur dia.

Selain itu, situs sscn.bkn.gov.id juga telah ditingkatkan menjadi 4 megabyte per detik. Bima menuturkan, setidaknya setiap menit ada 6.000 akun baru yang mendaftar CPNS di situs mereka.

Perpanjangan
Panitia Pelaksana Seleksi CPNS Nasional memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran melalui portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) yakni di https://sscn.bkn.go.id dari jadwal semula ditutup pada 10 Oktober, menjadi 15 Oktober mendatang.

Pengumuman pengunduran jadwal penutupan pendaftaran tersebut disampaikan melalui akun resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Twitter, @BKNgoid, pada Selasa malam, 2 Oktober 2018 lalu. Bunyi postingannya sebagai berikut: Penutupan Pendaftaran Penerimaan CPNS melalui sscn.bkn.go,id, Diundur sampai dengan 15 Oktober 2018.

Di sisi lain, Panitia Pelaksana Panselnas tidak merinci lebih jauh alasan pengunduran pendaftaran tersebut. Pendaftaran CPNS 2018 secara online melalui portal pendaftaran SSCN, https://sscn.bkn.go.id, telah dimulai sejak 26 September dan seharusnya akan ditutup pada 10 Oktober mendatang.

Sampai dengan 2 Oktober pukul 16.00 WIB, sudah tercatat 284.740 pelamar telah memilih instansi yang akan dibidiknya untuk menjadi CPNS tahun 2018. (tmp/net)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar