DPRD Lingga Pantau Pekerjaan di Implasemen Timah

Paku Sekalipun Adalah Aset Daerah

Anggota DPRD Lingga Norden memantau pekerjaan renovasi di gudang Implasemen Timah Dabo, Kecamatan Singkep, Lingga.

LINGGA (HK)- Anggota DPRD Lingga, Norden meninggatkan kepada pihak pembongkaran gedung eks perkantoran PT Timah di Implasemen Dabo Singkep untuk tidak menyelewengkan besi dan seng hasil pembongkaran untuk dijual demi mencari keuntungan pribadi.

Sekecil apa pun barang bekas hasil pembongkaran yang dilakukan merupakan aset daerah yang harus dipertanggung jawabkan secara hukum. "Meski paku sekali pun barang hasil pembongkaran adalah aset daerah yang harus diipertanggung jawabkan secara hukum. Walau hanya satu paku," kata Norden saat meninjau pembongkaran gedung eks perkantoran PT Timah, Kamis (4/10).

Dikatakan, informasi yang diperolehnya untuk barang bekas berupa besi dan seng bekas ini ditaksir bernilai Rp2 miliar. Uang sebesar ini bisa membantu Pemkab Lingga meningkatkan program peningkatakn kesejahteraan masyarakat. "Besi dan seng atau barang lainnya bekas perkantoran di implasemen ini sudah menjadi aset Pemkab Lingga sejak dihibahkan oleh PT Timah. Karena aset, maka hasil pelalangan harus masuk kas daerah," ucapnya.

Ia berharap Pemkab Lingga lebih meningkatkan pengawasan barang-barang yang menjadi aset daerah. "Tidak hanya pengawasan tapi juga harus melakukan pendataan terhadap aset tersebut," imbuhnya.

Pantauan di lokasi Implasemen timah, saat ini sedang direnovasi oleh Dinas Pekerjaan umum. Sejumlah pekerjaan nampak dilakukan. Seperti, pembuatan jalan baru dan pembongkaran gedung lama yang tidak lagi layak digunakan. Sementara itu, untuk bangunan yang masih layak terlihat dipercantik dengan dilakukan pengecatan ulang.(jfr)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar