Tajuk

Membudayakan Tertib di Jalan Raya

Siap-siap, bagi mereka yang sering parkir sembarangan di ruang dilarang parkir, kendaraannya akan langsung diderek. Ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Parkir yang dikeluarkan Pemerintah Kota Batam.

Keluarnya Perda ini tidak terlepas dari kebiasaan para pemilik kendaraan di Batam yang kerap memarkir kendaraan sembarangan. Kebiasaan itu telah menimbulkan keluhan bagi masyarakat. Tidak hanya keluhan, akibat parkir sembarangan itu, kondisi sejumlah ruas jalan di Batam terlihat tidak rapi. Yang lebih membuat mata tidak sedap memandang, trotoar untuk pejalan kaki, banyak juga yang dijadikan sebagai lahan parkir. Setelah disosialisasikan, Perda ini berlaku efektif di Batam

Perda parkir ini dinilai akan dapat memberikan efek jera dan diharapkan mampu membentuk budaya tertib parkir di kalangan pemilik kendaraan. Berdasarkan Perda tersebut, kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya, akan diderek oleh Dinas Perhubungan Kota Batam. Untuk biaya derek dikenakan kepada pemilik kendaraan sebesar Rp300 ribu, ditambah administrasi denda Rp200 ribu. Lalu, kalau bermalam, tambah lagi Rp200 ribu per 24 jam. Dan ini berlaku kelipatan sampai 24 hari. Kalau tidak juga diambil, kendaraan akan dilelang.

Kehadiran Perda ini diharapkan benar-benar dapat diterapkan secara efektif, konsisten, dan objektif. Selain bisa membentuk budaya tertib di jalan, Perda ini dinilai akan memberikan efek estetis bagi Batam.

Tidak dapat dipungkiri, sebagian pemilik kendaraan di Batam, saat akan memarkir kendaraannya, banyak yang terkesan asal tanpa mempertimbangkan pengguna jalan lainnya. Kondisi dapat dilihat di banyak ruas jalan di Batam. Yang kadang membuat mata tidak enak melihat, parkir sembarangan ini ada di kawasan-kawasan yang menjadi etalase Batam, seperti Batam Centre, Nagoya, dan sekitarnya. Sementara diketahui, kawasan-kawasan seperti ini merupakan tempat yang paling banyak dilalui oleh masyarakat. Termasuk para turis dari luar Batam. Bagaimana mereka melihat hal itu, sementara saat ini Batam tengah berbenah agar terlihat cantik dan rapi.

Perda Parkir ini diharapkan betul-betul berlaku untuk seluruh kendaraan. Kehadiran peraturan ini diharapkan dapat membentuk karakter masyarakat Batam menjadi masyarakat yang rapi. Dan ini diharapkan juga menjadi instrumen untuk ketertiban bidang lain yang berkaitan dengan publik. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar