Tajuk

Dimana Letak Nuraninya?

Penemuan bayi yang diduga dibuang oleh orang tua biologisnya, kembali terjadi di Batam. Kemarin, Senin (8/10), sesosok mayat bayi perempuan ditemukan seorang pemulung di tempat pembuangan sampah di kawasan Seraya, Batuampar. Bayi tidak berdosa itu ditemukan di dalam kantong plastik warna hitam. Ketika dicek, kondisinya tidak bernafas lagi.

Ini sudah kejadian kesekian kalinya terjadi di Batam. Belum hilang dari ingatan warga Batam, sejumlah bayi yang dibuang oleh orang tuanya. Sebut saja, pembuangan bayi perempaun dalam koper di kawasan Perumahan Villa Paradise, Batuaji, Batam. Dengan gerak cepat, orang tua biologisnya Dd dan Is diamankan di Batuaji, Selasa (9/1/2018). Lalu ada bayi di parit di Nagoya yang ditemukan pada, Senin (15/1/2018) sekitar pukul 12.00 WIB. Kemudian, bayi perempuan dibuang di salah satu rumah warga di Kavling Seroja, Seipelunggut, Sagulung, Rabu (28/3/2018). Selanjutnya, ada bayi dalam kondisi membusuk ditemukan di pembuangan sampah di Sagulung, Jumat (04/05/2018).

Melihat kasus-kasus ini, timbul pertanyaan, dimana letak nurani orang tua sang bayi malang itu? Apakah memang tidak ada lagi rasa dalam diri orang yang melahirkan bayi tersebut?

Ini sebuah fakta yang sangat mengenaskan di tengah masyarakat. Bayi yang tidak berdosa, yang seharusnya berada dalam pelukan ibunya usai muncul ke dunia, tapi, malah dicampakan begitu saja. Apakah sang orang tua malu? Kalau memang ada rasa itu, kenapa dia tidak malu melakukan perbuatan yang melanggar norma sosial apalagi agama hingga lahir buah cinta mereka?

Ini sebuah kondisi yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sudah sangat banyak bayi-bayi malang ada di Batam. Melihat fakta ini, tidak salah jika pihak kepolisian diharapkan mengusut tuntas kasus ini. Mencari pelakunya. Jika memang terbukti melakukan pelanggaran yang tergolong pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), beri sanksi tegas. Beri hukum yang setimpal atas perbuatan yang mereka lakukan.

Kasus ini secara langsung telah membawa dampak yang tidak baik bagi Batam. Dari kasus-kasus selama ini, sudah diekspos di media, ada pelaku yang ditangkap, tapi tetap saja tidak memberi efek jera pada yang lain. Dikhawatirkan, jika tidak ada langkah hukum yang tegas, kedepan akan ada lagi bayi-bayi malang di daerah ini.

Kondisi itu jelas tidak diinginkan. Karena itu, salah satu upaya meminimalisir bahkan menghapusnya adalah dengan memberikan tindakan hukum tegas bagi pelakunya. Jangan dibiarkan orang-orang melakukan tindakan yang sama di hari-hari kedepan. Dan lagi, peristiwa tidak manusiawi ini secara langsung juga telah merusak citra Batam di mata daerah lain.

Salah satu upaya meminimalisir agar kasus ini tidak terjadi lagi, usut pelakunya, jika terbukti ekspos di seluruh media, dan beri sanksi tegas. Agar yang lain jadi berpikir untuk melakukan perbuatan keji ini di kemudian hari. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar