Tanjung Pinang

Aniaya Polisi, Rico Divonis 4 Bulan

Rico Frynando, terdakwa kasus penganiayaan terhadap seorang anggota Polres Tanjungpinang, divonis 4 bulan penjara.

TANJUNGPINANG (HK)- Rico Frynando, terdakwa kasus penganiayaan terhadap seorang anggota Polres Tanjungpinang, Al Mulqu Iskandar di depan Toko Lotus Bestari Mall Tanjungpinang beberapa waktu lalu divonis 4 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (10/10).

Mejelis hakim dipimpin Ramauli Hotnaria Purba SH MH didampingi dua hakim anggota, Eduart MP Sihaloho SH MH dan Corpioner SH menyatakan terdakwa Rico terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiyaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Vonis tersebut setara dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya selama 4 bulan penjara. Terhadap vonis itu, terdakwa didampingi tim penasehat hukumnya masih menyatakan pikir-pikir. Sedangkan JPU langsung menyatakan menerima.

Sebelum divonis, majelis hakim lebih dulu mempertimbangkan terhadap hal yang meringankan terdakwa, karena telah melakukan perdamaian dengan saksi korban melalui pembayaran pengobatan di rumah sakit, bersikap sopan, mengaku menyesal atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.   

Disamping itu, hakim juga menyampaikan bahwa tidak sependapat dengan tim penasehat hukum terdakwa yang meminta agar terdakwa dibebaskan dari dakwaan JPU dengan alasan pengiayaan disebabkan pembelaan diri yang dilakukan terdakwa atas tindakan yang dilakukan saksi korban sebelumnya.

Menurut hakim, tindakan pembelaan yang dilakukan terdakwa tersebut bukan diartikan dalam situasi terpaksa sehingga masih bisa dihindari sebelum dilakukan penganiayaan terhadap saksi korban.

Dalam sidang terungkap, kejadian berawal Minggu 17 Juni 2018 sekira pukul 24.00 WIB ketika terdakwa bersama 4 orang temannya datang ke Cafe Lumino untuk bersantai dan meminum Bir Heineken di Cafe tersebut. Kemudian terdakwa disengggol oleh orang yang tidak dikenal di depan meja terdakwa. Lalu terdakwa membalas senggol orang tersebut.

Setelah itu teman-teman terdakwa menahan terdakwa dan memisahkan dengan orang yang tidak terdakwa kenali tersebut. Kemudian saksi Al Mulqu memukul terdakwa di bagian wajah tepatnya di bagian hidung hingga berdarah, lalu terdakwa mengatakan atas ketidak senangan atas tindakan yang dilakukan oleh saksi korban saat itu.

Kemudian terdakwa dan 4 orang temannya menunggu di depan Bestari Mall dan sekira pukul 02.00 WIB, saat saksi korban datang bersama 3 orang temannya yang tidak terdakwa kenali, datang menghampiri terdakwa dan menendang di bagian pinggang terdakwa.

Atas kejadian itu, terdakwa lalu menghampiri saksi korban dan membalas memukulnya hingga saksi korban terjatuh dan terus memukul, lalu dilerai oleh teman-teman terdakwa dan saksi korban.

Bahwa akibat perbuatan terdakwa tersebut hasil pemeriksaan secara medis yang dilakukan pemeriksaan secara visum et Repertum, menyimpulkan bahwa terhadap korban ditemukan tampak luka-luka memar di bagian wajah dan belakang telinga dan pendarahan di bola mata kiri akbita kekerasan tumpul.(nel)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar