Natuna

Ratusan Ranmor Terjaring Operasi Wajib Pajak

NATUNA (HK) - Guna peningkatan pendapatan asli daerah, Kantor Pelayanan Pajak Daerah mengelar operasi wajib pajak bersama Polres Natuna. Kegiatan ini berhasil menjaring sekitar ratusan kendaraan bermotor tidak dilengkapi surat serta pajak yang sudah mati.

Kepala KPPD Kabupaten Natuna,  Alfiuzzamri mengungkapkan,  sebanyak 100 kendaraan roda dua dan empat terjaring dalam razia ini. Sasaran utama dalam razia ini adalah kedaraan bermotor yang mati pajak, kendaraan luar Natuna dan kelengkapan surat-surat kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Satu persatu kendaraan yang melawati jalan utama di Kota Ranai tersebut tak luput dari razia petugas.

"Dari 80 kendaraan yang terjaring razia kata dia 8 kendaraan bayar pajak di tempat atau penindakan langsung dan 14 kendaraan wajib mutasi. Selebihnya dilakukan proses oleh petugas. Kebanyakan kendaraan roda dua yang terjaring dalam razia ini," ungkap Alpiuzamri ketika ditemui di jalan Sorkarno Hatta Ranai. Rabu (10/10).

Dari total kendaraan bermotor yang terjaring diantaranya Mati STNK 8 unit, wajib mutasi 14 unit, yg langsung bayar pajak ditempat 3 unit, sisanya kendaraan yang masih dalam proses, dan beberapa kendaraan yang tidak memiliki surat sama sekali sekitar 75 unit.

Alpiuzamri menghimbau kepada masyarakat pemilik kendaraan bermotor untuk selalu taat pajak. Karena dengan rutin membayar pajak bisa dibangun berbagai fasiliatas dan sarana prasarana umum seperti jalan, gedung pemerintah dan lain sebagainya.

"Pajak ini salah satu Pendapatan Asli Daerah untuk pembangunan daerah. Kalau tak ada pajak bagaimana pemerintah mau membangun," ucapnya. Sekarang ini bayar pajak tidak susah, bisa datang langsung ke kantor KPPD jalan DKW M Benteng Ranai atau menghubungi petugas yang sudah ditujuk atau melalui Online Pajak Kedaraan yang sudah ada.

Selain itu, ia juga mengatakan, untuk pajak kendaraan bermotor mengalami kenaikan, dari target yang sudah ditentukan. Dan sudah mencapai target sampai 82 persen. "Dari 3,5 miliyar kita sudah melebihi target yang ditentukan mencapai 82 persen. Jumlah tersebut masuk kas daerah tahun 2018 ini," jelasnya.

Razia kendaraan ini kata dia melibatkan Satlantas Polres Natuna, Jasa Raharja Cabang Natuna dan sejumlah PNS Kantor Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Natuna. "Kita melibatkan unsur terkait seperti Lantas, Jasa Raharja dan petugas dari KPPD sendiri," kata dia.

Razia ini tambah dia juga akan dilakukan di Kecamatan-kecamatan atau daerah pulau-pulau seperti Kecamatan Bunguran Barat, Pulau Tiga, Serasan, Subi dan Midai. "Potensi pemasukan pajak kendaraan di Kecamatan-kecamatan dan pulau-pulau cukup besar. Insya allah dalam waktu dekat ini petugas akan turun," tambah dia.

Pantauan dilapangan, banyak pengendara yang balik arah dan melewati jalan gang untuk menghindari razia petugas. Bahkan ada yang kejar-kejaran dengan petugas. (fat).



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar