Karimun

Guru TPQ Wajib UKG

KARIMUN (HK)-Badan Musyawarah Pengurus Guru Taman Pendidikan Qur'an (BMPG TPQ) Kabupaten Karimun mewajibkan seluruh guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) di Kabupaten Karimun mengikuti ujian kompetensi guru (UKG). Tujuannya, agar kualitas guru TPQ bisa makin meningkat.

"Untuk menunjang mutu pendidikan bagi anak-anak yang belajar di TPQ, maka semua guru TPQ harus mengikuti ujian kompetensi guru (UKG). UKG sudah dilaksanakan secara bertahap sejak 2016 lalu," ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq usai pemberian dana insentif bagi guru TPQ, DTA dan Ponpes triwulan ketiga di aula Narun Da'wah Masjid Agung Karimun, Rabu (10/10).

Dalam kesempatan itu, Bupati Rafiq memberikan hadiah tambahan kepada guru-guru TPQ yang telah meraih 10 besar berupa uang tunai Rp500 ribu. Sementara, bagi peserta terbaik 1 dan 2 mendapatkan hadiah istimewa berupa ibadah umroh di tahun 2019 dengan catatan belum pernah Haji dan Umroh.

Kata Rafiq, Pemerintah Kabupaten Karimun telah mengeluarkan dana insentif bagi guru-guru TPQ dengan anggaran yang cukup besar. Masing-masing guru menerima insentif sebesar Rp500 ribu per bulan yang dibayarkan per tri wulan. Dengan anggaran yang tidak kecil itu, maka output yang diperoleh juga harus seimbang.

"Jumlah guru TPQ dan seluruh BTA di Karimun sebanyak 2.015 orang. Dari jumlah itu, yang baru terdaftar atau menerima insentif sebanyak 1.987 orang. Masing-masing guru menerima insentif Rp500 ribu per orang yang dibayarkan per tri wulan dan dipotong pajak," terang Rafiq.

Rafiq berharap, dengan adanya uji kompetensi bagi guru TPQ itu, maka diharapkan agar kualitas mereka semakin meningkat dan memahami sejauh mana kemampuan mereka dalam menjalankan kurikulum yang sudah dibuat BMPG TPQ. Walau sudah menjadi guru, namun mereka harus tetap belajar untuk meningkatkan kemampuan pendidikan mereka.

Menurut dia, dari keseluruhan guru TPQ yang mengikuti UKG ini, hanya sekitar 20 persen saja yang lulus ujian atau berkompeten. Bagi guru yang telah lulus UKG, maka sertifikatnya akan dikeluarkan pada 2019 mendatang.
Sementara, bagi yang belum lulus, diharapkan untuk mengulang ujian.

Ketua BMPG TPQ Kabupaten Karimun Ustadz Zaini belum lama ini mengatakan, uji kompetensi BMPG TPQ tersebut sebenarnya sudah lama diwacanakan oleh BMPG TPQ Karimun. Namun, karena adanya berbagai kendala baru bisa dilaksanakan pada 2018. Program tersebut berjalan seiring pergantian pengurus yang baru dan menjadi program unggulan.

Menurut Zaini, tujuan dilaksanakan uji kompetensi itu adalah untuk memunculkan standarisasi dari guru-guru TPQ dalam mengajar santri-santri di TPQ masing-masing. Sehingga, kurikulum yang sudah disusun BMPG TPQ
Karimun bisa diimplementasikan dengan baik. Pasalnya, masih ada guru-guru TPQ yang hanya mengajar hanya ngaji iqro dan Al Qur'an saja.

Kata Zaini, ada 6 materi yang diujikan dalam uji kompetensi, diantara Al Qur'an tajwid, ibadah sholat dengan menguji bacaan sesuai dengan kaidah yang benar, doa sehari-hari (masing-masing peserta wajib menjawab 10 doa), menjawab 10 ayat-ayat pendek yang diuji secara acak, pengetahuan agama baik fiqih maupun tauhid dan terakhir praktek mengajar selama 5-10 menit. (ham)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar