Meski Hujan Berlangsung Singkat

Jalan Perkantoran Sekupang Kebanjiran

Seorang pengendara motor sedang melintasi banjir, sementara itu salah seorang pekerja tak bisa menyeberang karena adanya genangan air di depan kantor Dinas Perikanan Sekupang.

SEKUPANG (HK) - Hujan lebat kurang yang berlangsung kurang lebih 10 menit, telah menyebabkan ruas Jalan Raya Raja Haji menuju kawasan perkantoran pemerintah di Sekupang tergenang banjir sepanjang jalan, Rabu (10/10) sore.

Hal tersebut dikarenakan buruknya drainase, tersumbatnya saluran air oleh sampah, serta tertutupnya permukaan saluran air itu akibat bangunan liar warga yang sudah mendirikan warung di atas drainase, ataupun parit.

Isman, salah seorang karyawan yang bekerja area lingkungan perkantoran pemerintah itu mengatakan, kejadian banjir tersebut sudah berlansung lama dan sudah lumrah. Karena, saluran air pembuangan sudah tertutup oleh sampah sampah dan lumpur tebal.

"Banjir di Jalan Raja Haji dilingkungan kantor pemerintah ini sudah sering terjadi dan juga lumrah apabila hujan turun lebat, meskipun itu hanya 10 menit," kata Isman, Rabu 10/10) sore, saat berteduh di pinggir warung. Meskipun banjir, tetapi aktivitas Aparatur sipil Negara (ASN) yang bekerja di Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Perikanan dan Pertanian tetap berjalan meski sedikit mengalami gangguan.  

"Bila hujan turun lebat, kebanjiran itu hingga sepanjang jalan ini. Mulai dari depan Kantor Dinas Kehutanan, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor Dinas Sosial, hingga ke depan Kantor Berita Antara itu," sebut Zijal, seorang warga yang tinggal di Kampung Belakang Indosat.

Namun entah kenapa ya, terangnya, padahal kebanjiran di Jalan Raya Raja Haji ataupun di lingkungan perkantoran pemerintah ini telah terjadi sejak lama tapi tak ada sebuah upaya. "Para kepala dinas pasti tau, dan mereka itu pasti mengalami kebanjiran bila hujan turun. Tapi anehnya, seperti tidak ada upaya untuk bisa mengatasi keadaanya," ungkap Zijal lagi, dengan mencibir.

"Baik itu dengan saluran drainase yang telah tersumbat, maupun bangunan bangunan liar (warung warung) yang berada di atas saluran air pembuangan," pungkasnya. (vnr)



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar