Tajuk

Mendungnya Dunia Olahraga Kepri

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri tahun 2018 ini akhirnya dibatalkan. Pembatalan iven dua tahunan yang akan diselenggarakan di Kota Tanjungpinang ini disebabkan persoalan klasik yakni tidak cukupnya anggaran untuk kegiatan multi iven tersebut. Dari Rp10 miliar dana untuk acara, hanya Rp2 miliar yang tersedia dari APBD Perubahan Kepri pada 2018 ini.

Disamping masalah anggaran, batalnya pelaksanaan Porprov Kepri tahun ini juga disebabkan jumlah daerah peserta tidak memenuhi syarat. Dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, hanya tiga kabupaten yang bisa ikut. Padahal, jumlah minimun untuk kepesertaan Porpov Kepri yakni 4 kabupaten/kota.

Tidak dapat dipungkiri, batalnya iven ini akan membawa pengaruh besar terhadap mental atlet. Sebab, atlet-atlet daerah yang telah menyatakan akan berpartisipasi dalam iven ini sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Lalu, secara langsung hal ini juga mengindikasikan jika kondisi ekonomi Kepri belumlah baik. Hal itu dibuktikan dengan minimnya anggaran yang disediakan dan belum adanya pihak lain yang memberikan dukungan terhadap dunia olahraga di Kepri.

Batalnya Porprov Kepri tahun ini tentu membawa konsekwensi yang beragam. Yang mungkin akan terjadi, prestasi olahraga Kepri akan mengalami penurunan. Lalu, para atlet akan kehilangan semangat untuk mengembangkan bakat yang telah dipupuknya selama ini.

Tidak diselenggarakannya pesta olahraga tingkat Kepri pada tahun 2018 dinilai sebuah kemunduran bagi daerah ini. Olahraga yang merupakan sebuah instrumen untuk memupuk jiwa sportifitas dan semangat, ternyata tergerus oleh hiruk pikuk pembangunan daerah, politik, dan lainnya. Ada kesan, olahraga menjadi sektor yang tidak menarik di daerah ini. Olahraga hanya dinilai sebuah "pelengkap", bukan sesuatu yang harus didukung dan dikembangkan. Sementara, majunya sebuah daerah diukur juga dari perkembangan dunia olahraganya.

Batalnya Porprov kali ini diharapkan menjadi bahan renungan dan evaluasi menyeluruh bagi seluruh pihak terutama pemerintah di Kepri. Pemerintah diharapkan menjadi motor penggerak dalam perkembangan dan prestasi olahraga di daerah. Rasanya tidak adil jika potensi olahraga di Kepri yang begitu besar "ditenggelamkan". Sementara selama ini sudah banyak atlet daerah ini yang mengharumkan Kepri di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Kita berharap kondisi mendung olahraga Kepri saat ini tidak lama. Harus ada upaya untuk segera mencerahkannya. ***



[Ikuti HaluanKepri.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar